Iliman Ndiaye menampilkan debut yang menjanjikan saat Manchester City mengalahkan Coventry City 1-0 di Stadion Etihad. Winger asal Senegal ini langsung menarik perhatian lewat aksi dribble dan kerja kerasnya di lapangan.
“Ndiaye looks really dangerous, especially in one-on-one situations and this game really suits him. He is playing as well as anyone at the moment,", ujar mantan manajer Wolves, Rob Edwards.”
— Iliman Ndiaye
Iliman Ndiaye menikmati debut yang positif bersama Manchester City pada hari Sabtu ketika mereka sukses menaklukkan Coventry City dengan skor tipis 1-0 di Stadion Etihad. Gol tunggal dari Erling Haaland di babak pertama sudah cukup untuk memisahkan kedua tim di akhir pertandingan.
Pemain berusia 26 tahun tersebut merampungkan kepindahannya senilai 65 juta Poundsterling dari Everton pada hari penutupan bursa transfer. Kepindahan ini terjadi setelah rencana kepindahannya ke Tottenham sebelumnya sempat mengalami kegagalan total.
Manajer Manchester City, Enzo Maresca, menyambut positif kedatangan sang winger yang diharapkan mampu memberikan dimensi serangan baru bagi skuadnya musim ini. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif City yang mengawali musim dengan tiga kemenangan beruntun.
Selama 87 menit berada di atas lapangan, Ndiaye memberikan gambaran nyata mengenai kualitas yang dimilikinya dengan menciptakan peluang, melepaskan tembakan, serta menunjukkan keberanian dalam menantang pemain bertahan lawan.
Perjalanan Transfer dan Statistik Impresif di Laga Perdana
Kepindahan Ndiaye dari Everton terjadi dengan angka yang berada di bawah perkiraan awal, mengingat ia masih menyisakan tiga tahun kontrak. Kendati demikian, pertimbangan finansial dan dinamika bursa transfer membuat kesepakatan bernilai 65 juta Poundsterling tersebut akhirnya tercapai.
Dalam pertandingan debutnya, pemain internasional Senegal tersebut mencatatkan statistik yang cukup mengejutkan bagi para pendukung lama Everton. Ia tidak hanya aktif menyerang dengan mencoba tujuh kali dribble dan melepaskan empat umpan silang, tetapi juga rajin membantu pertahanan.
Ndiaye tercatat memenangkan dua tekel, melakukan satu sapuan, satu pemulihan bola, dan yang paling mengejutkan adalah kemenangannya dalam tujuh duel perebutan bola di sepanjang pertandingan. Etos kerja defensif ini melengkapi ancaman konstan yang ia berikan di area sepertiga akhir lapangan.
Mantan manajer Wolves, Rob Edwards, memberikan pujian khusus terhadap penampilan sang pemain dalam program Match of the Day. "Ndiaye looks really dangerous, especially in one-on-one situations and this game really suits him. He is playing as well as anyone at the moment," ungkapnya.
Read Also
Gabriel Martinelli Gabung Al Hilal Rekor Penjualan Termahal Arsenal
Gabriel Martinelli resmi meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan klub Arab...
Chelsea Sweating Over Mykhailo Mudryk Loan Move to Tottenham as Injury Blow Emerges
Chelsea is reportedly concerned about permanently offloading Mykhailo Mudryk...
Udinese vs Lazio Selesaikan Pekan Ketiga Serie A dengan Susunan Pemain Resmi
Udinese menjamu Lazio di Bluenergy Stadium sebagai laga penutup pekan ketiga...
Sassuolo Kalahkan Juventus 3-2 Lewat Gol Menit Akhir Vasilije Adzic
Juventus menelan kekalahan pertama musim ini setelah takluk 3-2 dari...
Pandangan Pelatih dan Prospek Jangka Panjang di Skuad City
Kehadiran Ndiaye di dalam skuad memberikan opsi taktis tambahan yang sangat berbahaya bagi lini serang Manchester City. Kemampuannya beroperasi di sisi kiri maupun kanan lapangan akan menciptakan kekacauan konstan bagi pertahanan lawan.
Pelatih kepala Enzo Maresca turut melontarkan pujian tinggi ketika ditanya mengenai kontribusi awal sang pemain baru dalam sesi wawancara. "He's so good, he's so good," ujar Maresca saat membahas ketajaman sang winger dalam situasi satu lawan satu.
Manajer asal Italia tersebut menambahkan bahwa adaptasi kilat Ndiaye terlihat jelas dari bagaimana ia langsung membahayakan di dalam kotak penalti lawan. Fleksibilitas ini akan menjadi senjata berharga terutama ketika rotasi pemain dibutuhkan di tengah jadwal padat.
Data menunjukkan bahwa Ndiaye sebelumnya mencetak enam gol di Liga Premier musim lalu bersama Everton sebelum memutuskan hijrah ke Etihad. Potensi besar yang dimilikinya kini siap dieksplorasi lebih jauh di bawah arahan staf kepelatihan Manchester City.