Fiorentina memutuskan untuk memecat pelatih kepala Fabio Grosso setelah hanya tiga pertandingan Serie A akibat awal musim yang buruk. Direktur olahraga Fabio Paratici menyatakan bahwa langkah ini diambil karena sang pelatih tidak menunjukkan keyakinan pada tim.
“"The decision came about after a discussion with the coach where he did not show any confidence in the team or in the project," ujar Fabio Paratici.”
— Fabio Paratici
Fiorentina mengambil keputusan mengejutkan dengan memecat pelatih kepala Fabio Grosso setelah hanya melalui tiga pertandingan awal di musim Serie A 2026-27. Klub berjuluk La Viola tersebut mencatatkan awal musim yang buruk dan berada di dasar klasemen tanpa perolehan poin serta selisih gol minus delapan.
Direktur olahraga Fiorentina, Fabio Paratici, memberikan penjelasan terkait keputusan manajemen mendepak pemenang Piala Dunia 2006 tersebut. "The decision came about after a discussion with the coach where he did not show any confidence in the team or in the project," ujar Paratici dalam wawancara prakontra bersama DAZN.
Pemecatan ini langsung ditindaklanjuti oleh manajemen klub dengan menunjuk kembali mantan pelatih mereka, Paolo Vanoli. Vanoli sebelumnya meninggalkan klub pada akhir musim 2025-26 setelah sukses mengamankan posisi Fiorentina di ajang Serie A.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mengubah arah performa klub setelah Fiorentina menggelontorkan dana lebih dari 150 juta euro untuk mendatangkan 13 pemain baru selama jendela transfer musim panas.
Latar Belakang Pemecatan dan Investasi Klub
Keputusan memecat Fabio Grosso menjadikan Fiorentina sebagai klub Serie A pertama yang melakukan pergantian manajer pada musim 2026-27. Kegagalan meraih poin dalam tiga laga awal memicu krisis dini di dalam skuad La Viola.
Meskipun pihak klub telah mendukung penuh aktivitas transfer dengan mendatangkan banyak pemain baru berkualitas tinggi, performa di lapangan tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini membuat manajemen harus mengambil tindakan tegas demi kebaikan klub.
Paratici menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu berorientasi pada kepentingan jangka panjang klub dan bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Manajemen menilai mempertahankan pelatih yang ragu pada proyek klub adalah langkah yang keliru.
Proyek jangka panjang klub yang dimulai sejak bulan Februari lalu dirancang untuk berjalan selama empat tahun ke depan, sehingga evaluasi cepat mutlak dilakukan untuk menghindari hambatan yang lebih besar.
Read Also
Manuel Locatelli Absen Panjang Usai Jalani Operasi Lutut dan Ungkapkan Kesiapannya Kembali
Gelandang Juventus, Manuel Locatelli, harus menepi selama lima hingga enam...
Berita Rangers Optimis Dapatkan Couhaib Driouech dengan Tawaran Baru
Rangers dikabarkan semakin optimis dapat mengamankan tanda tangan winger PSV...
Keith Wyness Dukung Keputusan SFA Larang Suporter Tamu di Laga Old Firm
Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) dinilai tepat oleh mantan CEO Everton...
Richarlison Berpotensi Tinggalkan Tottenham Menuju Trabzonspor Sebelum Bursa Transfer Turki Ditutup
Penyerang Tottenham Hotspur, Richarlison, menjadi subjek minat kuat dari...
Kembalinya Paolo Vanoli dan Harapan Masa Depan
Penunjukan kembali Paolo Vanoli didasari oleh rekam jejak positifnya musim lalu saat berhasil menyelamatkan Fiorentina dari zona degradasi Serie A. Keakraban dan rasa hormat yang terjalin menjadi landasan kuat kerja sama kedua pihak.
Manajemen berharap kehadiran kembali staf kepelatihan Vanoli dapat segera mengembalikan identitas permainan tim pada pertandingan tandang melawan Venezia. Klub ingin segera membuka lembaran baru dan fokus menghadapi laga-laga berikutnya.
Paratici menyadari bahwa perjalanan proyek klub selama empat tahun ke depan tidak akan selalu mulus dan akan menghadapi berbagai rintangan tanpa jalan pintas. Kendati demikian, manajemen tetap optimis dengan arah kebijakan yang sedang dijalankan.
Fiorentina mencatatkan perolehan 29 poin pada paruh akhir musim lalu di bawah kepemimpinan Vanoli, dan manajemen berharap konsistensi serupa dapat segera terulang kembali demi mendongkrak posisi di klasemen.