Solar Langka, Antrean Kendaraan Mengular di Dua SPBU Kota Tanjungbalai
- Antrean panjang kendaraan roda empat hingga truk mengular puluhan meter terjadi di dua SPBU Kota Tanjungbalai akibat dugaan kekosongan stok Solar di wilayah sekitar.
- Para sopir angkutan logistik mengeluhkan durasi antrean yang mencapai satu jam karena mengganggu jadwal distribusi dan efisiensi kerja mereka.
- Pihak pengelola SPBU memastikan stok internal mereka aman dan terus melakukan pemesanan, namun belum menerima informasi resmi dari Pertamina terkait penyebab kelangkaan regional.
Antrean panjang kendaraan dilaporkan terjadi di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Puluhan kendaraan roda empat hingga truk logistik tampak mengular sepanjang puluhan meter untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar. Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan ini berpusat di SPBU nomor 14.213.232 dan SPBU nomor 14.213.265.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para pengemudi angkutan umum dan barang yang mobilitasnya sangat bergantung pada ketersediaan Solar. Salah seorang sopir mobil pengangkut gas LPG, Fauzi, mengaku dirinya terpaksa harus mengantre hampir satu jam demi mengisi tangki kendaraannya. Menurut Fauzi, durasi antrean yang lama ini sangat menghambat efisiensi kerja dan mengacaukan jadwal pengiriman barang.
"Sangat berdampak bang, antri lama. Seharusnya pekerjaan selesai sampai sore saja, akibat antri lama di SPBU bisa sampai malam," ujar Fauzi saat ditemui di lokasi antrean. Para sopir berharap agar distribusi Solar bisa segera kembali normal agar pendapatan mereka tidak terus tergerus akibat waktu yang terbuang di jalan.
Menanggapi situasi tersebut, Manager SPBU 14.213.232, Ari Setiawan, menyatakan bahwa pasokan BBM di SPBU yang dipimpinnya sebenarnya masih berada dalam kondisi aman. Stok untuk berbagai jenis BBM mulai dari Pertalite, Pertamax, hingga Solar diklaim masih mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat. Pihak manajemen juga terus melakukan penebusan dan pemesanan BBM secara berkala ke pihak Pertamina.
"Kami juga melihat informasi di media sosial bahwa sejumlah SPBU, termasuk di Kabupaten Asahan, mengalami antrian. Namun hingga saat ini belum ada informasi resmi dari Pertamina mengenai penyebab kondisi tersebut. Sampai saat ini kami tetap melakukan pemesanan BBM, termasuk Solar," kata Ari menjelaskan situasi operasionalnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun secara kewilayahan, penumpukan kendaraan ini diduga kuat dipicu oleh kekosongan stok Solar di sejumlah SPBU daerah tetangga. Akibatnya, para pengendara dari luar wilayah berbondong-bondong mengalihkan rute pengisian ke SPBU yang masih memiliki persediaan. Dari total lima SPBU yang beroperasi di Kota Tanjungbalai, hanya dua titik tersebut yang mengalami lonjakan antrean signifikan, sementara tiga SPBU lainnya terpantau relatif normal.