Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Lingkungan
  • Budaya
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Iran
  • Inggris
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Selat Hormuz
  • Korea Selatan
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Lingkungan Budaya Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Iran Inggris Surabaya Yogyakarta Selat Hormuz Korea Selatan

Bukan Bank Biasa, Koperasi di Negara Ini Kucurkan Kredit 1 Triliun Demi Selamatkan Petani Miskin

Muhammad Iqbal • 17 Juli 2026, 08:25 • Ekonomi
  • Koperasi simpan pinjam di Kolombia berhasil menyalurkan kredit produktif hampir mencapai 1 triliun peso Kolombia sejak Oktober 2024 hingga Mei 2026.
  • Penyaluran dana ini dikhususkan bagi para petani kecil dan pelaku usaha mikro di wilayah pelosok yang sulit menembus akses perbankan konvensional.
  • Lembaga pengawas keuangan setempat menerapkan reformasi sistem pengawasan berbasis risiko agar koperasi kecil di pedesaan tidak tercekik aturan kaku.

Koperasi simpan pinjam di Kolombia sukses membuat gebrakan besar dengan menyalurkan kredit produktif senilai hampir 1 triliun peso Kolombia sejak Oktober 2024 hingga Mei 2026. Dana fantastis ini disalurkan khusus untuk membiayai proyek-proyek para petani, produsen skala kecil, serta wirausahawan pedesaan yang selama ini kesulitan menembus akses perbankan konvensional. Langkah ini dinilai sebagai angin segar di tengah ketimpangan akses finansial yang kerap menjerat masyarakat kelas bawah di wilayah pelosok.

Berdasarkan laporan resmi dari Superintendencia de la Economía Solidaria (Supersolidaria), dana tersebut mengalir deras ke berbagai inisiatif pertanian dan sektor produktif di berbagai wilayah pedalaman Kolombia. Kehadiran koperasi ini memperkuat ekosistem ekonomi solidaritas dan membantu kelompok tani mandiri untuk lepas dari jerat rentenir. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa sektor non-perbankan mampu menjadi pilar utama dalam menggerakkan roda ekonomi lokal yang selama ini terisolasi dari pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Mantan Kepala Supersolidaria, María José Navarro, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang negara dalam mengawasi koperasi-koperasi lokal. Selama ini, regulator keuangan cenderung menyamakan aturan main antara koperasi kecil di desa dengan lembaga keuangan raksasa di kota besar. "Selama bertahun-tahun, organisasi ini diawasi dengan kacamata yang sama, padahal realitas sosial dan ekonomi yang dihadapi koperasi sangat beragam," ujar Navarro dalam keterangannya terkait evaluasi kinerja instansi tersebut.

Menyadari ketimpangan aturan tersebut, Supersolidaria kini menerapkan skema pengawasan berbasis risiko dengan pendekatan diferensial yang lebih ramah bagi koperasi lokal. Regulasi baru ini tidak lagi menerapkan sanksi kaku secara langsung, melainkan lebih fokus pada pembinaan, mitigasi risiko keuangan, dan pendampingan di lapangan. Perubahan metode pengawasan dari balik meja menjadi terjun langsung ke lapangan ini diklaim berhasil membangun kepercayaan yang lebih kuat antara pemerintah dan para pelaku ekonomi rakyat.

Reformasi ini pun diwariskan sebagai peta jalan penting bagi pemerintahan berikutnya agar keberlanjutan program kredit murah bagi petani tetap terjaga. Tantangan terbesar ke depan adalah memperluas jangkauan pembiayaan produktif ini ke wilayah-wilayah konflik yang masih terisolasi di Kolombia. Melalui penguatan koperasi, pemerintah setempat optimistis ketahanan pangan nasional dapat terjaga sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem di pedesaan secara signifikan tanpa harus bergantung penuh pada utang luar negeri.

Tags: Kolombia Maria Jose Navarro Supersolidaria
Sumber: caracol.com.co

Artikel Lainnya

Sensus Ekonomi DANE Catat Lebih Dari 2 Juta Bisnis Beroperasi di Kolombia 15 Jul 2026, 06:05
Proyek Tol 5G Troncal del Magdalena Medio Kolombia Target Rampung Tahap Satu di 2028 15 Jul 2026, 11:07
Debat Panas Reformasi Agraria Kolombia, Konflik Mafia Tanah Versus Legalitas Sertifikat 15 Jul 2026, 16:01
Kolombia Resmi Pangkas Jam Kerja Jadi 42 Jam, Biaya Upah Lembur Diproyeksi Melonjak 15 Jul 2026, 11:10

Terbaru

Bikin Mewek, Gunwook ZEROBASEONE Rela Matikan Game Demi Selamatkan Fans Korban Bullying 17 Jul 2026, 14:58
Bikin Heboh, Lionel Messi Intip Botol Minum Rahasia Jordan Pickford Usai Tekuk Inggris 17 Jul 2026, 14:57
Timur Tengah Mencekam, AS Bom Ibu Kota Iran dan Tembak Kapal Tanker Minyak 17 Jul 2026, 14:45
Awas Kepleset Hukum, Kemenkum DIY Wanti-wanti Siswa SMAN 9 Yogyakarta Soal Jejak Digital 17 Jul 2026, 11:15
Badai Besar Terjang Chile, Pekerja Terlambat atau Listrik Padam Tetap Wajib Digaji 17 Jul 2026, 08:35
Badai Besar Intai Chile, Lakukan Langkah Darurat Ini agar Rumah dan HP Tetap Aman 17 Jul 2026, 08:30
Siap-Siap Buntung, Pemain Judi Online di Chile Kini Kena Pajak Tambahan 19 Persen! 17 Jul 2026, 08:27

Kategori

Nasional 121 artikel
Internasional 104 artikel
Ekonomi 96 artikel
Olahraga 87 artikel
Hukum 44 artikel
Entertainment 41 artikel
Bisnis 35 artikel
Lingkungan 24 artikel
Budaya 23 artikel
Teknologi 16 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Iran Inggris Surabaya Yogyakarta Selat Hormuz Korea Selatan
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.