Harga Emas Global Mulai Bangkit Setelah Terpuruk, Dipicu Konflik AS dan Iran
- Harga emas komoditas global mulai mengalami tren stabilisasi di angka US$ 4.020 per ons setelah sempat jatuh ke level terendah sejak 2013.
- Penurunan tajam didorong oleh ketegangan geopolitik akibat pernyataan Donald Trump terkait konflik dengan Iran dan pemblokiran Selat Hormuz.
- Pasar kini mengantisipasi kebijakan suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve untuk meredam tekanan inflasi baru.
Harga emas dunia akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan mulai stabil setelah sempat mengalami kejatuhan performa yang cukup dalam selama beberapa pekan terakhir. Logam mulia ini sempat mencatatkan rapor performa kuartalan terburuk sejak tahun 2013 dengan total kerugian mencapai 14 persen pada kuartal kedua tahun ini. Namun, langkah taktis para investor yang memanfaatkan momentum harga rendah sebagai peluang investasi baru berhasil menahan kejatuhan nilai komoditas utama tersebut lebih jauh.
Berdasarkan data pasar finansial dari Bloomberg, harga emas terpantau sukses bertengger dan stabil di kisaran US$ 4.020 per ons setelah terus-menerus tertekan di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons awal bulan ini. Para analis ekonomi terkemuka menilai bahwa anjloknya harga emas dipicu langsung oleh tensi geopolitik global yang meningkat. Khususnya setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai eskalasi konflik militer dengan negara Iran serta ancaman penutupan Selat Hormuz yang berdampak luas bagi pasar.
Dampak ketegangan militer tersebut secara tidak langsung memicu lonjakan harga sektor energi dan hidrokarbon dunia sehingga berujung pada ancaman tekanan inflasi baru. Situasi makroekonomi yang fluktuatif ini membuat para pelaku pasar memprediksi adanya respons agresif dari bank sentral. "Ketidakpastian ini diperkirakan bakal mendorong Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan mereka dalam waktu dekat," tulis laporan analisis pasar komoditas.
Kebijakan penyesuaian suku bunga oleh Federal Reserve sendiri memegang peranan yang sangat krusial bagi pergerakan nilai instrumen emas karena komoditas ini diperdagangkan dalam mata uang dolar. Jika suku bunga acuan meningkat, para pemilik modal cenderung beralih dari emas ke aset obligasi negara karena menawarkan imbal hasil bunga yang pasti. Hal itu berpotensi menguatkan nilai mata uang dolar sekaligus menekan daya beli investor asing karena harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi mereka.
Sementara itu di wilayah domestik Amerika Selatan, Bank Sentral Kolombia atau Banco de la Republica menetapkan harga acuan lokal menyusul fluktuasi global ini. Berdasarkan undang-undang perdagangan bebas logam mulia di negara tersebut, harga beli emas ditetapkan pada angka 400.868,01 peso Kolombia per gram sedangkan harga jual mencapai 421.966,33 peso Kolombia per gram. Langkah ini diambil otoritas setempat guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan inflasi nasional yang menyentuh angka 12 persen.