Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Prancis
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Selat Hormuz
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Yogyakarta Surabaya Selat Hormuz

Harga Emas Global Mulai Bangkit Setelah Terpuruk, Dipicu Konflik AS dan Iran

David Otero • 16 Juli 2026, 05:50 • Ekonomi
  • Harga emas komoditas global mulai mengalami tren stabilisasi di angka US$ 4.020 per ons setelah sempat jatuh ke level terendah sejak 2013.
  • Penurunan tajam didorong oleh ketegangan geopolitik akibat pernyataan Donald Trump terkait konflik dengan Iran dan pemblokiran Selat Hormuz.
  • Pasar kini mengantisipasi kebijakan suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve untuk meredam tekanan inflasi baru.

Harga emas dunia akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan mulai stabil setelah sempat mengalami kejatuhan performa yang cukup dalam selama beberapa pekan terakhir. Logam mulia ini sempat mencatatkan rapor performa kuartalan terburuk sejak tahun 2013 dengan total kerugian mencapai 14 persen pada kuartal kedua tahun ini. Namun, langkah taktis para investor yang memanfaatkan momentum harga rendah sebagai peluang investasi baru berhasil menahan kejatuhan nilai komoditas utama tersebut lebih jauh.

Berdasarkan data pasar finansial dari Bloomberg, harga emas terpantau sukses bertengger dan stabil di kisaran US$ 4.020 per ons setelah terus-menerus tertekan di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons awal bulan ini. Para analis ekonomi terkemuka menilai bahwa anjloknya harga emas dipicu langsung oleh tensi geopolitik global yang meningkat. Khususnya setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai eskalasi konflik militer dengan negara Iran serta ancaman penutupan Selat Hormuz yang berdampak luas bagi pasar.

Dampak ketegangan militer tersebut secara tidak langsung memicu lonjakan harga sektor energi dan hidrokarbon dunia sehingga berujung pada ancaman tekanan inflasi baru. Situasi makroekonomi yang fluktuatif ini membuat para pelaku pasar memprediksi adanya respons agresif dari bank sentral. "Ketidakpastian ini diperkirakan bakal mendorong Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan mereka dalam waktu dekat," tulis laporan analisis pasar komoditas.

Kebijakan penyesuaian suku bunga oleh Federal Reserve sendiri memegang peranan yang sangat krusial bagi pergerakan nilai instrumen emas karena komoditas ini diperdagangkan dalam mata uang dolar. Jika suku bunga acuan meningkat, para pemilik modal cenderung beralih dari emas ke aset obligasi negara karena menawarkan imbal hasil bunga yang pasti. Hal itu berpotensi menguatkan nilai mata uang dolar sekaligus menekan daya beli investor asing karena harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi mereka.

Sementara itu di wilayah domestik Amerika Selatan, Bank Sentral Kolombia atau Banco de la Republica menetapkan harga acuan lokal menyusul fluktuasi global ini. Berdasarkan undang-undang perdagangan bebas logam mulia di negara tersebut, harga beli emas ditetapkan pada angka 400.868,01 peso Kolombia per gram sedangkan harga jual mencapai 421.966,33 peso Kolombia per gram. Langkah ini diambil otoritas setempat guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan inflasi nasional yang menyentuh angka 12 persen.

Tags: Amerika Serikat Iran Kolombia Donald Trump Bloomberg
Sumber: caracol.com.co

Artikel Lainnya

Harga BBM Dunia Naik Turun Tak Menentu, Begini Cara Atur Anggaran Belanja 15 Jul 2026, 11:15
Ketegangan Meningkat, AS Luncurkan Serangan Malam Keempat dan Blokade Laut Iran 15 Jul 2026, 15:24
Donald Trump Batalkan Tarif 20 Persen di Selat Hormuz, Alihkan ke Kerja Sama Dagang 15 Jul 2026, 03:28
Inflasi AS Melambat Signifikan di Juni 2026, Ancaman Konflik Iran Mengintai 15 Jul 2026, 06:12

Terbaru

Laba Industri Asuransi Cile Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I 2026 16 Jul 2026, 17:44
Prosedur Ketat SPBU Kolombia, Kapan Boleh Beroperasi Lagi Usai Gempa Bumi? 16 Jul 2026, 17:40
Ikut Tren Dance Challenge ATEEZ, Sandara Park Eks 2NE1 Malah Ramai Dikritik Netizen 16 Jul 2026, 17:13
Hubungan Memanas, Iran Sebut Perjanjian Damai Batal Usai Serangan Brutal AS 16 Jul 2026, 17:09
Bursa Transfer Musim Panas 2026, London City Lionesses Gaet Bintang Dunia 16 Jul 2026, 17:09
Arthur THE KINGDOM Minta Maaf Usai Skandal Hubungan dengan Sugar Mommy Terbongkar 16 Jul 2026, 17:06
Kolombia Dorong Percepatan Transisi Energi Menuju Bebas Bahan Bakar Fosil 16 Jul 2026, 15:36

Kategori

Internasional 78 artikel
Nasional 76 artikel
Ekonomi 75 artikel
Olahraga 71 artikel
Hukum 31 artikel
Entertainment 28 artikel
Bisnis 26 artikel
Budaya 18 artikel
Lingkungan 16 artikel
Teknologi 11 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Yogyakarta Surabaya Selat Hormuz
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.