Fenomena El Nino Ekstrem Mengancam, Kolombia Hadapi Risiko Krisis Listrik Parah
- Operator listrik nasional Kolombia, XM, memperingatkan adanya tekanan berat pada sistem kelistrikan akibat ancaman fenomena El Nino ekstrem.
- Probabilitas terjadinya El Nino dengan intensitas sangat kuat mencapai 81 persen pada periode Oktober hingga Desember tahun ini.
- Konsumsi listrik Kolombia terus melonjak hingga mencatatkan rekor harian baru di tengah keterlambatan proyek-proyek pembangkit listrik baru.
Sistem kelistrikan nasional Kolombia kini tengah menghadapi masa-masa yang sangat menantang untuk beberapa bulan ke depan. Operator Sistem Interkoneksi Nasional (SIN) Kolombia, XM, dalam Buletin Energi terbarunya mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi tekanan hebat pada operasional listrik negara tersebut. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi mematikan antara ancaman fenomena alam El Nino yang ekstrem, lonjakan konsumsi energi masyarakat, serta keterlambatan realisasi sejumlah proyek infrastruktur kelistrikan baru.
Berdasarkan laporan analisis XM, probabilitas konsolidasi fenomena El Nino di wilayah tersebut telah menyentuh angka mutlak 100 persen. Lebih mengkhawatirkan lagi, ada peluang sebesar 81 persen bahwa badai kekeringan ini akan mencapai intensitas sangat kuat pada periode Oktober hingga Desember tahun ini. Skenario terburuk dari fenomena ini dipastikan bakal memangkas pasokan air ke waduk-waduk pembangkit hidro, memicu lonjakan suhu udara yang ekstrem, sekaligus melambungkan permintaan listrik domestik.
Di sisi lain, tren konsumsi energi masyarakat Kolombia justru terus merangkak naik secara signifikan tanpa bisa dibendung. Pada Juli ini, konsumsi listrik mencatatkan pertumbuhan hingga 6,28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Rekor konsumsi harian bahkan sempat menembus angka tertinggi sepanjang sejarah kelistrikan Kolombia, yakni mencapai 262,65 GWh per hari dengan puncak beban permintaan menyentuh 12.475 MW.
'Kombinasi faktor hidrologi yang buruk dan keterlambatan infrastruktur ini memicu risiko defisit daya yang nyata bagi ketahanan energi nasional,' tulis XM dalam laporan resminya. Buletin tersebut juga mengidentifikasi potensi ancaman pemadaman atau gangguan pasokan di wilayah Timur akibat adanya pemeliharaan pembangkit, kerentanan sistem di wilayah Karibia, serta potensi lonjakan tarif listrik yang masif karena operator terpaksa mengaktifkan pembangkit listrik tenaga termal berbahan bakar fosil yang berbiaya jauh lebih mahal.
Jika skenario kekeringan ekstrem benar-benar terjadi, waduk-waduk utama di Kolombia diprediksi akan menyusut hingga di bawah level minimum historisnya. Hal ini akan memaksa pembangkit listrik termal untuk beroperasi secara terus-menerus tanpa henti selama lebih dari sepuluh bulan guna menopang pasokan nasional. Kondisi darurat operasional yang sangat panjang seperti ini belum pernah tercatat sekalipun dalam sejarah modern industri kelistrikan negara tersebut.