Bupati Batu Bara Dorong Pertanian Modern PM-AAS di Lahan 77 Hektare
- Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian meninjau langsung penerapan Program Pertanian Modern PM-AAS di lahan seluas 77 hektare di Desa Suka Raja.
- Program ini melibatkan empat kelompok tani setempat dengan menanam padi varietas unggul Inpari 32 menggunakan teknologi modern.
- Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen mempercepat transformasi sektor pertanian guna menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian meninjau langsung pelaksanaan Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di lahan persawahan Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan penerapan sistem pertanian berbasis teknologi modern berjalan optimal di lapangan. Pemerintah daerah setempat menargetkan program ini mampu mendongkrak produktivitas panen sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani lokal secara signifikan.
Lahan persawahan yang menjadi percontohan dalam program peninjauan ini memiliki luas mencapai 77 hektare. Seluruh area persawahan tersebut saat ini telah ditanami padi varietas unggul Inpari 32 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap hama. Melalui skema PM-AAS, pengelolaan lahan dilakukan dengan mengedepankan efisiensi teknologi mulai dari masa tanam hingga sistem budidaya yang lebih terukur demi memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Batu Bara.
Penerapan program strategis ini melibatkan kolaborasi aktif dari empat kelompok tani di Desa Suka Raja. Rinciannya meliputi Kelompok Tani Setia Tani yang mengelola lahan seluas 24 hektare, Kelompok Tani Pardamean seluas 16 hektare, Kelompok Tani Lam Satahi dengan area seluas 27 hektare, serta Kelompok Tani Sido Rukun seluas 10 hektare. Keterlibatan kelompok tani secara kolektif diharapkan dapat mempermudah distribusi teknologi pertanian modern secara merata.
Di sela-sela peninjauannya, Baharuddin berdialog langsung dengan para petani dan penyuluh pertanian lapangan guna menyerap aspirasi serta kendala teknis yang dihadapi. Ia menekankan pentingnya adopsi inovasi teknologi pertanian guna menekan ongkos produksi yang kerap menjadi beban utama para petani di daerah. Penggunaan alat modern diyakini mampu memotong jalur kerja konvensional menjadi lebih cepat dan efisien.
"Kami berharap para petani terus memanfaatkan teknologi dan inovasi pertanian agar hasil panen meningkat, biaya produksi lebih efisien, dan kesejahteraan petani semakin baik," ujar Baharuddin saat memberikan arahan kepada kelompok tani di lokasi.
Baharuddin menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian utama bagi Kabupaten Batu Bara. Oleh sebab itu, akselerasi menuju pertanian berkelanjutan berbasis teknologi akan terus didukung melalui APBD maupun program kemitraan strategis lainnya. Pemkab Batu Bara optimistis transformasi dari sistem tradisional menuju modern ini akan menjadikan wilayah mereka sebagai salah satu lumbung pangan andalan.