Bikin Takjub, Ini Alasan 14 Duta Besar Uni Eropa Serbu Minahasa Utara, Joune Ganda Blak-blakan!
- Sebanyak 14 delegasi dan duta besar Uni Eropa mendatangi Minahasa Utara setelah tertarik dengan rekam jejak internasional wilayah tersebut dalam isu lingkungan.
- Pertemuan ini membahas program jangka panjang 5 hingga 10 tahun untuk pemberdayaan masyarakat pesisir yang didukung pendanaan KfW Development Bank Jerman.
- Program kerja sama ini mengadopsi kesuksesan di Maladewa yang berfokus pada peningkatan ekonomi nelayan dan kelestarian wisata bahari berkelanjutan.
Kunjungan kerja rombongan diplomat papan atas dari benua biru ke Sulawesi Utara sukses memicu perhatian publik. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, akhirnya blak-blakan mengenai alasan di balik ketertarikan mendalam 14 delegasi Uni Eropa yang mendatangi wilayahnya secara mendadak. Pertemuan krusial yang dikemas dalam jamuan makan malam di Hotel Paradise, Desa Maen, Likupang Timur tersebut ternyata membahas agenda strategis yang siap mengubah masa depan ekonomi pesisir setempat.
Joune Ganda mengungkapkan bahwa awalnya pihak panitia hanya mengonfirmasi kehadiran tiga orang duta besar saja ke Kabupaten Minahasa Utara. Namun, jumlah tersebut melonjak drastis setelah para diplomat asing itu menelusuri rekam jejak wilayah Minahasa Utara yang sangat vokal di berbagai forum internasional. "Mereka melihat Minahasa Utara sangat aktif dalam kegiatan internasional. Itu yang membuat mereka tertarik datang langsung ke daerah ini," ujar Joune Ganda saat dimintai konfirmasi oleh awak media.
Dalam dialog intensif tersebut, fokus utama tertuju pada program pemberdayaan yang digagas oleh Uni Eropa dengan sokongan dana segar dari KfW Development Bank Jerman. Proyek berskala masif ini dirancang untuk memperkuat sektor ekonomi nelayan tradisional, restorasi lingkungan kelautan, hingga optimalisasi pariwisata berkelanjutan. "Ini adalah program pemberdayaan masyarakat pesisir yang sangat besar. Fokusnya meningkatkan kualitas hidup nelayan, tetapi tetap menjaga kelestarian lingkungan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," kata Joune.
Ketertarikan Uni Eropa tidak lepas dari reputasi global Minahasa Utara yang berhasil menembus jajaran lima besar finalis United Cities and Local Governments (UCLG) Peace Prize berkat toleransi tinggi dan keseriusan menjalankan Climate Action Plan. Nilai plus ini dinilai menjadi modal kuat untuk menyerap investasi asing jangka panjang. Terlebih, program ini direncanakan akan terus bergulir dan mengikat kontrak kerja sama yang kuat selama rentang waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Lebih lanjut, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Utara itu memaparkan bahwa program adaptasi lingkungan ini sebelumnya sudah sukses diterapkan di Maladewa. Hasil nyata di negara kepulauan tersebut terbukti mendongkrak kesejahteraan warga lokal secara signifikan sembari memulihkan populasi ikan serta terumbu karang. Joune optimistis, lewat kolaborasi strategis dengan Uni Eropa, posisi Likupang di Minahasa Utara akan semakin mantap sebagai destinasi wisata bahari berkelas dunia.