Loading...

Daniel Farke Didesak Akhiri Eksperimen Posisi Daniel James Pasca Kekalahan dari Chelsea

Manajer Leeds United Daniel Farke dan pemain Daniel James dalam sesi latihan

Manajer Leeds United Daniel Farke dan pemain Daniel James dalam sesi latihan

Share:

Performa buruk Daniel James saat Leeds United kalah 6-3 dari Chelsea membuat manajer Daniel Farke didesak untuk mengakhiri eksperimen posisinya sebagai wing-back.

Manajer Leeds United, Daniel Farke, harus menghentikan keputusan untuk memainkan Daniel James sebagai wing-back menyusul penampilan buruknya dalam kekalahan 6-3 Leeds United atas Chelsea pada hari Rabu.

Sejak awal musim ini, sang manajer telah melakukan eksperimen dengan mencoba mengintegrasikan pemain internasional Wales tersebut ke dalam posisi barunya sebagai wing-back kanan. Keputusan ini awalnya sempat membuahkan hasil ketika ia mencetak gol dalam kemenangan 2-0 melawan Nottingham Forest bulan lalu.

Namun, performa impresif tersebut gagal diulang, dan penampilan James saat menghadapi Chelsea dinilai sangat mengecewakan. Pemain sayap tersebut gagal memberikan kontribusi dalam bertahan maupun memberikan pengaruh di lini serang.

Akibat performa mengecewakan tersebut, Leeds United tidak boleh mengambil risiko serupa di masa mendatang, sehingga Farke wajib mengakhiri eksperimen posisi ini. Kegagalan ini terlihat jelas dari statistik minor yang dicatatkan sang pemain sepanjang pertandingan.

Statistik Buruk dan Alasan Penghentian Eksperimen

Statistik pertandingan Daniel James saat melawan Chelsea menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan bagi lini pertahanan tim. Berdasarkan data dari Fotmob pada 10 September, ia tercatat melakukan pelanggaran berujung penalti dan hanya mencatatkan akurasi operan sebesar 58 persen.

Selain itu, ia hanya menciptakan satu peluang, mencatatkan xA sebesar 0.16, gagal menyelesaikan tiga percobaan dribel, kehilangan bola dua kali, melakukan dua pelanggaran, serta hanya memenangkan satu dari delapan duel darat yang dijalaninya.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Farke akhirnya memutuskan untuk menariknya keluar lapangan pada menit ke-66 setelah melihat penampilan buruk tersebut. Pertandingan ini seharusnya menjadi akhir dari eksperimen posisi karena kualitas menyerang James terbuang sia-sia sementara kemampuannya dalam bertahan sangat minim.

Secara keseluruhan, pemain asal Wales ini dinilai tidak memiliki kapasitas bertahan yang memadai saat menghadapi tim-tim lawan papan atas di kompetisi Liga Inggris.

Analisis Kekalahan dan Persiapan Menghadapi Newcastle United

Terlepas dari performa individu pemain tertentu, skuad Leeds United sebenarnya layak merasa kurang beruntung atas kekalahan telak dari Chelsea tersebut. Tim asuhan Farke mencatatkan 51 persen penguasaan bola serta melepaskan 18 tembakan sepanjang laga.

Mereka juga membukukan enam tembakan tepat sasaran, 36 sentuhan di kotak penalti lawan, nilai xG sebesar 2.42, serta menciptakan empat peluang emas. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Leeds mampu memberikan perlawanan sepadan bagi tim tamu.

Meskipun skor akhir terasa cukup kejam bagi Leeds, mereka harus segera melupakan hasil negatif ini dan bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Fokus tim kini beralih pada persiapan menjelang pertandingan penting melawan Newcastle United pada hari Senin.

Belum dapat dipastikan apakah skuad The Peacocks mampu bangkit dengan cepat dari kekalahan telak ini dan kembali memperlihatkan performa terbaik mereka di kompetisi domestik.

Leave a Comment