Chelsea berhasil mengamankan kesepakatan sponsor kaos baru senilai sekitar £50 juta dengan perusahaan stablecoin Circle. Mantan penasihat finansial Man City, Stefan Borson, menilai kesepakatan di akhir musim panas ini sangat kuat meskipun berdurasi singkat.
“It is surprising that a brand would want to take it for £50m after they've missed all of the replica printing; the vast majority of kit sales have already been done by the time you get to this point.", ujar Stefan Borson.”
— Chelsea FC
Klub Liga Inggris Chelsea resmi mengumumkan kesepakatan sponsor kaos utama yang baru dengan perusahaan stablecoin Circle pada pekan lalu. Perjanjian komersial ini diperkirakan bernilai mendekati angka 50 juta poundsterling dan dicapai pada tahap yang cukup lambat di bursa musim panas.
Mantan penasihat keuangan Manchester City, Stefan Borson, memberikan pandangannya secara eksklusif kepada Football Insider bahwa perjanjian tersebut tergolong "sangat kuat". "It’s a really good deal. Taking it at face value in terms of what they've said about it being in the range of £50m, close to £50m at this stage is really very, very strong," ujar Stefan Borson.
Meskipun nilainya sangat menguntungkan di tengah kesulitan klub-klub Premier League mencari sponsor musim ini, durasi kerja sama tersebut hanya berlangsung selama satu tahun. Hal ini memicu pertanyaan mengenai strategi jangka panjang manajemen klub asal London Barat tersebut.
Selain kesepakatan sponsor kaos, Chelsea juga menjadi sorotan setelah setuju untuk menggelar laga kandang Liga Champions bagi tim asal Ukraina, Shakhtar Donetsk, di Stamford Bridge menyusul konflik yang masih berlangsung.
Tantangan Durasi Kontrak dan Siklus Sponsor
Borson menyatakan keterkejutannya bahwa sebuah merek bersedia mengeluarkan dana sebesar £50 juta setelah sebagian besar penjualan jersey replika dan pencetakan atribut klub telah berlalu. Tenggat waktu yang terlambat biasanya mengurangi nilai komersial maksimal dari sebuah sponsor utama.
Durasi kontrak yang hanya berjalan selama satu tahun membuat Chelsea harus kembali melalui proses negosiasi yang melelahkan pada musim panas tahun depan kecuali Circle memperpanjang kerja sama atau klub menemukan mitra jangka panjang.
Klub-klub Premier League belakangan ini memang menghadapi tantangan serius dalam mengamankan sponsor kaos yang stabil. Kondisi ini menuntut manajemen klub untuk menghentikan siklus pencarian sponsor mendadak di pengujung musim.
Borson menekankan pentingnya membangun kemitraan berdurasi dua hingga tiga tahun agar klub dapat memperoleh nilai finansial yang utuh tanpa harus terus-menerus mengejar kesepakatan darurat setiap kali kontrak berakhir.
Read Also
Manuel Locatelli Harus Jalani Operasi dan Terancam Absen Panjang Bersama Juventus
Kapten Juventus Manuel Locatelli terancam absen dalam jangka waktu yang lama...
AS Roma Selamat dari Bencana Transfer Berkat Keputusan Tegas Gian Piero Gasperini Pertahankan Manu Kone
AS Roma nyaris kehilangan gelandang kunci Manu Kone yang diminati oleh...
Jadon Sancho Berdiskusi dengan Klub Liga Inggris Setelah Ditolak Aston Villa
Jadon Sancho dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah klub Liga...
Daniel Maldini Masuk Rumah Sakit Usai Alami Kecelakaan Mobil di Milan
Pemain Cagliari Daniel Maldini dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami...
Dampak Positif dan Kebijakan Kepedulian Sosial
Di sisi lain, keputusan Chelsea untuk mengakomodasi pertandingan kandang Shakhtar Donetsk di Stamford Bridge dinilai memberikan dampak citra yang sangat baik di mata Liga Inggris dan pemerintah Britania Raya.
Mantan Chief Executive Everton, Keith Wyness, berpendapat bahwa meskipun klub berpotensi mengalami sedikit kerugian finansial marginal dari penyelenggaraan tersebut, aspek reputasi dan hubungan diplomasi jauh lebih diutamakan.
Pertandingan European Champions League yang mempertemukan Shakhtar Donetsk dengan tim-tim besar seperti Real Madrid di London diproyeksikan mampu menarik minat penonton dalam jumlah yang sangat masif.
Langkah kemanusiaan dan kolaborasi internasional ini memperlihatkan peran aktif klub dalam mendukung komunitas sepak bola global di tengah situasi geopolitik yang penuh tantangan.