Memasuki minggu ketiga September 2026, bank-bank BUMN seperti BRI, BNI, dan Bank Mandiri tetap mempertahankan serta menyesuaikan penawaran suku bunga deposito mereka. Instrumen ini masih menjadi andalan masyarakat yang mengutamakan keamanan di tengah ketidakpastian global.
Memasuki minggu ketiga September 2026, deposito perbankan tetap menjadi salah satu instrumen investasi andalan bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan dan kepastian imbal hasil. Kondisi ini menjadi pilihan utama di tengah potensi era higher for longer yang semakin nyata di kancah global.
Kenaikan suku bunga bank sentral global diperkirakan akan meningkatkan tren suku bunga secara keseluruhan apabila inflasi masih bergerak naik. Pergerakan harga minyak mentah Brent yang hampir mendekati level US$ 100 turut menjadi faktor pendorong dinamika ekonomi tersebut.
Berdasarkan pemantauan terkini hingga Senin (14/9/2026), bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpantau mempertahankan atau menyesuaikan tingkat suku bunga deposito mereka. Kebijakan ini mengikuti keputusan Bank Indonesia sebelumnya yang menaikkan suku bunga secara agresif.
Instrumen deposito ini juga tergolong sangat aman dari fluktuasi pasar karena dana nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tingkat bunga penjaminan saat ini berada di level 3,75% setelah mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,50%.
Suku Bunga Deposito BRI dan BNI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu bank yang mencatatkan perubahan suku bunga deposito dalam pemantauan terbaru. Berdasarkan informasi resmi yang diperbarui pada 4 Agustus 2026, pembagian bunga berdasarkan nominal simpanan tidak lagi dicantumkan oleh bank.
BRI menetapkan bunga sebesar 3,00% per tahun untuk deposito dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan. Sementara itu, penempatan dengan tenor lebih panjang yaitu 12, 24, dan 36 bulan memperoleh bunga sebesar 2,50% per tahun.
Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BNI) masih menawarkan pembukaan deposito rupiah dengan setoran awal sebesar Rp5 juta bagi para nasabah. Jangka waktu yang dapat dipilih bervariasi mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan tanpa perbedaan persentase berdasarkan besarnya dana.
Untuk tenor 1 bulan, BNI memberikan bunga sebesar 2,25% per tahun dan meningkat menjadi 2,50% untuk tenor 3 bulan. Penawaran tertinggi BNI terdapat pada tenor 6 bulan yakni sebesar 2,75% per tahun.
Read Also
Sindikat Pemalsu Label Kedaluwarsa Produk Nestle dan Pepsi Digerebek di India
Otoritas keamanan pangan India berhasil menggerebek operasi pemalsuan label...
Dampak Ekonomi Erupsi Krakatau Berpotensi Tembus Rp100 Miliar
Gangguan abu vulkanik Krakatau terhadap jalur penerbangan berpotensi...
Harga Pangan Dunia Meledak Sentuh Level Tertinggi Sejak Akhir 2022
Harga pangan dunia kembali melonjak dan menyentuh level tertinggi sejak...
Sejarah Lek Albania Mata Uang Resmi Republik Albania
Lek Albania adalah mata uang resmi Republik Albania yang pertama kali...
Suku Bunga Bank Mandiri dan Analisis Stabilitas
Bank Mandiri menawarkan pembukaan deposito rupiah melalui kantor cabang maupun aplikasi digital Livin' by Mandiri dengan penempatan awal mulai dari Rp1 juta. Bunga deposito reguler berlaku seragam tanpa memengaruhi persentase jumlah penempatan dana nasabah.
Bank Mandiri memberikan bunga sebesar 2,25% per tahun untuk deposito tenor 1 dan 3 bulan. Adapun penempatan dengan tenor 6, 12, dan 24 bulan memperoleh kenaikan bunga menjadi 2,50% per tahun.
Stabilitas penawaran suku bunga deposito oleh jajaran bank Himbara ini dinilai mampu memperkuat daya tarik sektor perbankan domestik. Langkah tersebut penting dalam menghadapi berbagai ketidakpastian kondisi ekonomi global yang terus berkembang.
Para analis memperkirakan bahwa sektor perbankan akan terus menyesuaikan strategi suku bunga dengan mencermati pergerakan inflasi dan likuiditas pasar. Hal ini memastikan nasabah tetap memiliki opsi pengelolaan keuangan yang aman untuk jangka pendek hingga menengah.