Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Prancis
  • Selat Hormuz
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Surabaya Yogyakarta Prancis Selat Hormuz

Inggris Tersingkir dari Piala Dunia, Lineker dan Rooney Semprot Taktik Negatif Tuchel

Muhammad Zaki • 16 Juli 2026, 15:05 • Olahraga
  • Dua legenda sepak bola Inggris, Gary Lineker dan Wayne Rooney, mengecam keras strategi bertahan Thomas Tuchel di semifinal Piala Dunia.
  • Inggris sempat memimpin 1-0 lewat gol Anthony Gordon sebelum akhirnya taktik bertahan total Tuchel berujung petaka kekalahan 2-1 dari Argentina.
  • Mantan kiper Joe Hart menilai penyakit lama di era Gareth Southgate yang suka bermain aman di momen krusial ternyata masih diulangi oleh Tuchel.

Langkah Tim Nasional Inggris di ajang bergengsi Piala Dunia harus terhenti secara menyakitkan di babak semifinal. Duo ikon sepak bola Inggris, Gary Lineker dan Wayne Rooney, langsung memimpin gelombang kritik pedas yang diarahkan kepada sang manajer, Thomas Tuchel, usai Tiga Singa didepak oleh Argentina. Keputusan juru taktik asal Jerman itu untuk menginstruksikan timnya bertahan total justru berbuah petaka setelah gol larut dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk kemenangan Argentina.

Kritik tajam pertama datang dari Gary Lineker yang menilai perubahan taktik pasca Inggris unggul lewat gol Anthony Gordon di Atlanta sangat mengejutkan dan sulit dinalar. Mantan striker tajam itu mengekspresikan ketidakpercayaannya atas keputusan Tuchel yang menarik keluar para pemain bertipe menyerang demi menumpuk pemain di lini belakang. Strategi tersebut dinilai sama saja dengan mengundang Lionel Messi dan kawan-kawan untuk terus-menerus menggempur pertahanan Inggris yang sudah terlanjur pasif.

"Kita sempat unggul satu gol, lalu setelah itu malah bermain terlalu dalam. Pergantian pemain yang dia lakukan justru membuat tim semakin defensif, berubah menjadi lima bek di belakang dan menerapkan blok rendah menghadapi tim yang sangat menyukai situasi itu. Ini sama sekali tidak masuk akal bagi saya," cetus Lineker dengan nada berang dalam siniar bertajuk The Rest is Football. Lineker juga menambahkan bahwa sangat tidak terduga ketika menghadapi pemain terbaik dunia seperti Messi, Inggris justru membiarkannya melepaskan umpan demi umpan berbahaya ke kotak penalti tanpa ada tekanan ketat.

Senada dengan Lineker, Wayne Rooney juga tidak ragu menyebut bahwa keputusan blunder Tuchel telah merenggut tiket final yang sudah berada di depan mata para pemain Inggris. Menurut Rooney, perubahan taktik defensif yang terlalu dini justru meruntuhkan mentalitas bertanding anak-anak asuhannya di atas lapangan hijau. Ketika para pemain menyerang melihat timnya dipaksa bertahan, kepanikan massal mulai menjangkiti skuad dan merusak keyakinan mereka untuk bisa memenangkan pertandingan besar tersebut.

"Keputusan yang dibuat Thomas Tuchel, kita harus jujur, telah membuat kita kalah malam ini. Anda tidak bisa unggul satu gol lalu menyerahkan penguasaan bola begitu saja dan membuang setiap kesempatan untuk memburu gol kedua. Jika Anda membiarkan pemain dengan kualitas seperti itu menguasai bola di sekitar kotak penalti, cepat atau lambat mereka pasti akan mencetak gol," tegas Rooney menimpali. Kekalahan dramatis ini pun memicu ingatan publik pada era Gareth Southgate, di mana mantan kiper Joe Hart menyebut penyakit lama Inggris yang gemar bermain aman di momen krusial kini kembali terulang di bawah kendali Tuchel.

Tags: Thomas Tuchel Inggris Argentina Gary Lineker Wayne Rooney
Sumber: Goal

Artikel Lainnya

Semifinal Piala Dunia 2026, Inggris Dinilai Tak Perlu Takut Hadapi Argentina 15 Jul 2026, 15:30
Prediksi Formasi Inggris vs Argentina, Tuchel Siapkan Kejutan di Semifinal 15 Jul 2026, 03:23
Hubungan Benci tapi Cinta Jude Bellingham dan Thomas Tuchel, Bukan Masalah bagi Inggris 15 Jul 2026, 03:30
Dua Assist Lionel Messi Singkirkan Inggris, Argentina ke Final Piala Dunia 2026 16 Jul 2026, 05:14

Terbaru

Laba Industri Asuransi Cile Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I 2026 16 Jul 2026, 17:44
Prosedur Ketat SPBU Kolombia, Kapan Boleh Beroperasi Lagi Usai Gempa Bumi? 16 Jul 2026, 17:40
Ikut Tren Dance Challenge ATEEZ, Sandara Park Eks 2NE1 Malah Ramai Dikritik Netizen 16 Jul 2026, 17:13
Hubungan Memanas, Iran Sebut Perjanjian Damai Batal Usai Serangan Brutal AS 16 Jul 2026, 17:09
Bursa Transfer Musim Panas 2026, London City Lionesses Gaet Bintang Dunia 16 Jul 2026, 17:09
Arthur THE KINGDOM Minta Maaf Usai Skandal Hubungan dengan Sugar Mommy Terbongkar 16 Jul 2026, 17:06
Kolombia Dorong Percepatan Transisi Energi Menuju Bebas Bahan Bakar Fosil 16 Jul 2026, 15:36

Kategori

Nasional 95 artikel
Internasional 89 artikel
Ekonomi 84 artikel
Olahraga 78 artikel
Hukum 38 artikel
Entertainment 34 artikel
Bisnis 32 artikel
Budaya 22 artikel
Lingkungan 20 artikel
Teknologi 12 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Surabaya Yogyakarta Prancis Selat Hormuz
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.