Bongkar Rahasia MPLS SMAN 5 Bandung, Panitia Diseleksi Ketat Demi Cegah Perundungan
- SMAN 5 Bandung menyelenggarakan MPLS Ramah selama lima hari yang diikuti oleh 320 peserta didik baru.
- Pihak sekolah menerapkan seleksi ketat bagi panitia siswa guna mengantisipasi tindakan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.
- Materi MPLS melibatkan institusi eksternal seperti TNI, Polri, BNN, dan Kesbangpol untuk memperkuat pendidikan karakter siswa.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kerap menjadi momok bagi siswa baru karena bayang-bayang aksi perundungan atau perpeloncoan. Mengantisipasi hal tersebut, SMAN 5 Bandung secara resmi melaksanakan rangkaian MPLS humanis bertajuk "MPLS Ramah" mulai Rabu, 15 Juli 2026. Sekolah yang memegang titel legendaris sebagai Sekolah Maung ini menggelar pekan orientasi selama lima hari ke depan yang diikuti oleh sebanyak 320 peserta didik baru angkatan terkini.
Mengusung konsep ramah anak, faktor keamanan dan kenyamanan siswa baru menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar oleh pihak manajemen sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 5 Bandung, Repy Hapyan, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan proses penyaringan atau penyeleksian anggota panitia dari unsur siswa secara ketat. Langkah preventif ini sengaja diambil agar tidak sembarang siswa bisa memegang kendali atas adik tingkatnya dan menyalahgunakan wewenang.
"Dan yang diperbantukan hanya siswa-siswa yang memiliki karakternya baik, dan juga dari unsur OSIS, tambahannya dari kita, dari alumni pendidikan karakter Panca Waluya," ucap Repy saat ditemui di sela-sela kegiatan. Selain menyangkut keamanan, SMAN 5 Bandung juga menyusun materi pelaksanaan orientasi yang sangat edukatif. Pihak panitia mendatangkan pemateri kompeten dari berbagai kalangan eksternal seperti TNI-Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung.
Repy menambahkan bahwa materi kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan mendalam bersama para guru pengajar serta internalisasi pendidikan karakter Panca Waluya. Di tahun ajaran baru ini, SMAN 5 Bandung juga secara khusus mengacu pada regulasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) No. 12 Tahun 2026 tentang MPLS. "Karakter yang kita tanamkan itu karakter di pembiasaan, pembiasaan itu ada 7 kaih sesuai dengan arahan Permendikbud, dan juga yang karakter Panca Waluya, Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Wanter, Singer," tuturnya menambahkan detail falsafah Sunda tersebut.
Senada dengan pihak sekolah, Ketua OSIS SMAN 5 Bandung, Nugraha Risky Fatihah, menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran seluruh proses pengenalan ini. Menurutnya, panitia dari unsur siswa murni bertindak sebagai mentor dan pendamping gugus yang solutif bagi kebutuhan para peserta. Respons positif pun datang dari Mikaila Zaleeka, salah satu siswi baru yang lolos lewat jalur non-akademik. Mikaila mengaku sangat menikmati jalannya kegiatan karena bisa memperluas pertemanan secara sehat tanpa adanya tekanan fisik maupun psikologis.