Bikin Gaduh Jual Miras di Taman Mataram, Konten Kreator TikTok Akhirnya Digulung Satpol PP Jaksel
- Satpol PP Jakarta Selatan membubarkan aksi konten kreator TikTok dengan akun @icecoldsodaa yang berpura-pura berjualan minuman keras di Taman Mataram.
- Peristiwa pengambilan video tersebut diketahui terjadi pada Minggu (12/7) dan dikonfirmasi hanya untuk kebutuhan konten media sosial belaka.
- Petugas memastikan kondisi Taman Mataram saat ini sudah aman kondusif dan tidak ada aktivitas perdagangan miras ilegal di area publik tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bergerak cepat menertibkan aksi meresahkan dari seorang konten kreator TikTok dengan nama akun @icecoldsodaa. Konten kreator tersebut kedapatan membuat rekaman video sandiwara yang memperlihatkan dirinya seolah-olah sedang berjualan minuman keras (miras) secara terbuka di area publik Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Langkah tegas penindakan ini segera diambil oleh aparat penegak perda demi menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan masyarakat yang kerap memanfaatkan fasilitas umum tersebut.
Kasatpol PP Jakarta Selatan, Nanto Dwi Subekti, menjelaskan bahwa tindakan tidak terpuji ini langsung direspons oleh petugas di lapangan pada saat aktivitas perekaman sedang berlangsung. Menyadari adanya kejanggalan dan potensi pelanggaran ketertiban, petugas keamanan taman yang berjaga langsung melakukan intervensi di tempat. "Pada saat pengambilan video, petugas keamanan taman telah menegur dan membubarkan konten kreator tersebut," ujar Nanto saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan lebih lanjut di lapangan, peristiwa pembuatan video tersebut diketahui terjadi pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2026 lalu. Petugas memastikan bahwa aktivitas perdagangan minuman beralkohol tersebut tidak benar-benar terjadi, melainkan hanya sebuah rekayasa digital demi mendulang popularitas di media sosial. "Waktu pengambilan video dilakukan pada Minggu tanggal 12 Juli 2026, video tersebut diambil hanya untuk kepentingan konten," ucap Nanto menambahkan.
Dalam potongan video viral yang beredar luas di jagat maya, tampak jelas dua orang pria sedang berakting melakukan percakapan transaksi layaknya penjual dan pembeli komoditas ilegal. Mereka bahkan sengaja membawa properti berupa sebuah gerobak yang dipenuhi botol minuman beralkohol serta sebuah gelas berukuran besar yang berisikan cairan menyerupai miras untuk meyakinkan penonton. Aksi teatrikal di ruang terbuka hijau ini memicu keresahan warga net yang menyayangkan penyalahgunaan fungsi taman kota untuk konten negatif.
Menyikapi viralnya video tersebut, anggota Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru bersama jajaran Satpol PP Kelurahan Selong langsung diterjunkan untuk menggali informasi lebih dalam dari saksi-saksi kunci. Petugas melakukan koordinasi intensif dengan petugas keamanan taman serta personel keamanan dari Kedutaan Besar Maroko yang lokasinya berada di sekitar kawasan tersebut. Langkah preventif ini dilakukan guna memastikan tidak ada pihak-pihak lain yang mencoba meniru aksi serupa yang dapat merusak citra fasilitas publik di ibu kota.
Hingga saat ini, manajemen Satpol PP Jakarta Selatan memastikan bahwa hasil pemantauan intensif di lokasi menunjukkan kondisi Taman Mataram telah kembali aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat umum. Petugas menjamin tidak ada lagi aktivitas serupa yang melanggar hukum maupun etika sosial di area taman. "Bahwa pada hari ini tanggal 16 Juli 2026 tidak terdapat penjual minuman sebagaimana dimaksud dalam video," tutur Nanto menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota.