Bertahun-tahun setelah lulus, sebagian orang masih mengingat jelas hierarki sosial semasa SMA. Berdasarkan penjelasan psikolog, pengalaman masa remaja ini membekas dan membentuk cara seseorang memandang hubungan sosial di masa dewasa.
“"Kita mengingat kembali pengalaman-pengalaman saat kita berusia 14 tahun untuk digunakan sebagai semacam templat untuk melihat dunia," ujar Mitch Prinstein.”
— Mitch Prinstein
Bertahun-tahun bahkan puluhan tahun setelah lulus sekolah, sebagian orang masih dapat mengingat dengan jelas siapa siswa paling populer, siapa yang ditakuti, hingga kelompok mana yang dianggap paling berpengaruh semasa SMA.
Kenangan mengenai hierarki sosial pada masa remaja ternyata bukan sekadar nostalgia biasa. Pengalaman tersebut terbukti dapat membekas dan ikut memengaruhi cara seseorang memandang hubungan sosial hingga bertahun-tahun kemudian.
Profesor psikologi dari University of North Carolina di Chapel Hill, Mitch Prinstein, menemukan fenomena tersebut setelah berbicara dengan ratusan orang mengenai pengalaman mereka semasa sekolah.
Dalam bukunya berjudul "Popular: The Power of Likability in a Status-Obsessed World", Prinstein menjelaskan bahwa banyak orang bahkan lebih mudah mengingat nama siswa populer dibandingkan guru atau teman sekelas lainnya.
Dua Jenis Popularitas dan Kategori Sosial
Pemahaman ilmiah mengenai popularitas berkembang melalui penelitian psikolog Amerika John Coie pada awal tahun 1980-an silam. Coie meminta anak-anak untuk menyebutkan teman sekelas yang paling disukai sekaligus yang paling tidak disukai.
Hasil penelitian tersebut kemudian membagi posisi sosial anak ke dalam lima kategori utama, yakni diterima, ditolak, kontroversial, diabaikan, dan rata-rata. Kategori ini memberikan gambaran bagaimana dinamika interaksi terbentuk.
Anak yang diterima biasanya dianggap memiliki sifat yang baik, suportif, serta memberikan semangat positif. Sebaliknya, mereka yang ditolak bisa dianggap agresif atau rentan menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, anak dalam kategori kontroversial memperoleh banyak penilaian positif sekaligus negatif secara bersamaan. Mereka sering kali menjadi sosok yang menonjol, seperti menjadi badut kelas atau bertindak sebagai pemberontak.
Read Also
Profil Demografi Swedia Populasi dan Perkembangan Penduduk
Demografi Swedia memantau perkembangan populasi, struktur usia, dan pola...
Profil University Physics Buku Teks Fisika Klasik dan Modern
University Physics, yang secara informal dikenal sebagai Sears & Zemansky,...
Sejarah Pengutipan Konsep Sistem dan Dinamika Akademik
Pengutipan atau citation merupakan referensi ke sumber eksternal yang...
Ketika Bimbel Lebih Dipercaya daripada Sekolah dalam Sistem Pendidikan
Viralnya antrean subuh pendaftaran bimbingan belajar di Yogyakarta...
Perubahan Makna Popularitas Saat Remaja
Sejumlah penelitian berikutnya menemukan bahwa posisi sosial tersebut tidak selalu berubah ketika seorang anak masuk ke dalam lingkungan baru. Bahkan, sebagian anak tetap mempertahankan kategori yang sama hingga memasuki jenjang sekolah menengah.
Ketika memasuki masa remaja, makna dan bentuk popularitas mulai mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Pada usia sekolah dasar, anak yang populer umumnya merupakan mereka yang paling disukai, berprestasi, dan berperilaku baik.
Namun, ketika memasuki masa SMA, status sosial bisa bergeser kepada mereka yang dianggap dominan, menarik secara fisik, mengikuti tren terkini, pandai berolahraga, ataupun berani melanggar norma orang dewasa.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa tingkat penerimaan seseorang oleh teman sebaya saat remaja sangat berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan di masa dewasa, termasuk hubungan romantis, tingkat kepuasan hidup, hingga masalah kesehatan.