Loading...

Rakitic Sebut Usia Hanyalah Angka Bagi Luka Modric

Luka Modric saat bertanding melawan Juventus di Stadion Allianz Turin

Luka Modric saat bertanding melawan Juventus di Stadion Allianz Turin

Share:

Mantan gelandang Barcelona dan Timnas Kroasia, Ivan Rakitic, melayangkan pujian tinggi kepada rekan setibanya, Luka Modric. Di usianya yang menginjak 41 tahun, Modric dinilai masih menunjukkan performa papan atas bersama AC Milan.

“Bagi Modric, usia hanyalah sebuah angka karena ia adalah seorang profesional yang luar biasa dan hidup sebagai super-atlet," ujar Ivan Rakitic.”

— Luka Modric

Mantan gelandang Barcelona dan Timnas Kroasia, Ivan Rakitic, memberikan pujian mendalam kepada rekan setim lamanya di tim nasional, Luka Modric. Pujian ini datang menyusul penampilan impresif bintang AC Milan tersebut yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-41.

Modric, yang telah memutuskan untuk melanjutkan kariernya bersama AC Milan dan Timnas Kroasia pada musim panas ini, tampil menonjol saat Rossoneri bermain imbang 1-1 melawan Juventus hari Minggu lalu. Penampilan konsisten ini memperlihatkan dedikasi tinggi sang gelandang veteran di lapangan hijau.

Berbicara kepada La Gazzetta dello Sport melalui MilanNews24, Rakitic menyatakan kekagumannya terhadap bagaimana mantan mitra lini tengahnya itu tetap mempertahankan level permainan elit di usianya yang memasuki dekade kelima. "Anda hanya perlu melihatnya bermain untuk memahami bahwa ia masih jatuh cinta pada sepak bola," kata Rakitic.

Rakitic juga menambahkan bahwa kegigihan dan ketelitian Modric dalam merawat kondisi tubuhnya menjadi kunci utama kesuksesannya bertahan di level tertinggi sepak bola dunia hingga saat ini.

Latar Belakang dan Performa Konsisten di Lapangan

Luka Modric telah lama dikenal sebagai salah satu gelandang paling kreatif dan sukses dalam sejarah sepak bola modern. Komitmennya untuk terus bermain di level tertinggi bersama AC Milan membuktikan bahwa fisik dan mentalnya masih sangat kompetitif di kancah Serie A.

Dalam pertandingan sengit antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz Turin, Modric kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pengatur permainan yang ulung. Ia tampil penuh determinasi di bawah tekanan pemain lawan sepanjang pertandingan.

Rakitic menyoroti bahwa rahasia kebugaran Modric terletak pada perhatiannya terhadap setiap detail kecil, mulai dari nutrisi, istirahat, pemulihan pascapertandingan, hingga pencegahan cedera yang ketat.

Menurut analisis para pengamat olahraga, kedisiplinan tingkat tinggi inilah yang membuat Modric mampu menepis batasan usia konvensional bagi seorang atlet sepak bola profesional.

Dampak bagi AC Milan dan Timnas Kroasia

Keputusan Luka Modric untuk memperpanjang karier internasionalnya bersama Timnas Kroasia disambut dengan antusiasme besar oleh berbagai pihak. Rakitic menyebut kabar tersebut sebagai berita luar biasa bagi seluruh pencinta sepak bola di Kroasia.

Berbagai pihak, mulai dari suporter AC Milan hingga penggemar sepak bola secara global, diingatkan untuk menikmati aksi-aksi magis Modric di atas lapangan alih-alih terus mempertanyakan kapan ia akan pensiun.

Harapan besar disematkan agar Modric dapat terus membimbing para pemain muda, baik di klub maupun di tim nasional, melalui pengalaman dan jiwa kepemimpinannya yang kuat.

Data faktual dari pertandingan Serie A menunjukkan bahwa kontribusi Modric di lini tengah AC Milan tetap krusial dalam menjaga kestabilan tim sepanjang kompetisi musim ini.

Leave a Comment