Loading...

Kisah Perjalanan Cisse Menjadi Andalan Lini Depan AC Milan

Alphadjo Cisse saat melakukan selebrasi di lapangan pertandingan

Alphadjo Cisse saat melakukan selebrasi di lapangan pertandingan

Share:

Alphadjo Cisse menjadi sorotan utama bagi AC Milan setelah tampil gemilang di awal musim Serie A 2026-27. Pemain berusia 19 tahun ini menunjukkan perkembangan pesat dari Hellas Verona hingga merebut tempat di skuad utama asuhan Ruben Amorim.

“"Pulisic is back from injury, I'm managing him. For now, Alpha is taking his place," ujar pelatih Ruben Amorim.”

— Alphadjo Cisse

AC Milan membawa pulang hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Juventus di Turin dalam lanjutan kompetisi Serie A. Sorotan utama dalam pertandingan tersebut tertuju pada aksi gemilang pemain muda berbakat, Alphadjo Cisse, yang kembali menampilkan performa impresif.

Kehadiran Cisse di kubu Rossoneri pada awalnya sempat luput dari perhatian banyak pihak media olahraga. Pemain berusia 19 tahun ini sebelumnya merintis jalan karier profesionalnya melalui akademi muda Hellas Verona sebelum direkrut oleh AC Milan.

Pelatih Ruben Amorim memberikan kepercayaan penuh kepada Cisse untuk mengisi lini serang di awal musim ini. Kepercayaan tersebut dibayar tuntas lewat torehan dua gol dalam tiga pertandingan awal, termasuk gol penting ke gawang Juventus.

Performa menawan ini membuat Cisse digadang-gadang mampu mengisi posisi penting yang ditinggalkan oleh para pemain pendahulu. Ia kini berdiri di ambang pintu pemanggilan memperkuat tim nasional Italia menyusul transisi generasi di skuad Azzurri.

Latar Belakang dan Perkembangan Karier Awal

Bakat besar Alphadjo Cisse mulai terpancar ketika ia memperkuat tim Primavera Hellas Verona dengan catatan 22 gol dari 67 penampilan. Konsistensi permainan tersebut membawanya mencatatkan empat penampilan di ajang Serie A pada musim 2024-25.

Pada paruh pertama musim lalu, Cisse menjalani masa peminjaman yang sukses bersama klub Serie B, Catanzaro. Kecepatan serta akselerasi tajam yang dimilikinya mampu merepotkan berbagai lini pertahanan lawan di kompetisi tersebut.

Ketajamannya di lapangan membuat manajemen AC Milan bergerak cepat mengamankan jasanya pada akhir jendela transfer musim dingin. Kesepakatan transfer rampung pada tanggal 2 Februari, di mana ia sempat kembali dipinjamkan ke Catanzaro untuk menyelesaikan sisa musim.

Di bawah arahan pelatih Alberto Aquilani, Cisse bertransformasi menjadi figur krusial dalam upaya promosi Catanzaro. Meskipun belum berhasil promosi, pengalaman tersebut mematangkan mental bertanding sang penyerang muda.

Peluang Bersinar di Bawah Ruben Amorim dan Timnas Italia

Menjelang musim panas, masa depan Cisse sempat memicu keraguan terkait masuk atau tidaknya ia dalam proyek Ruben Amorim. Ketertarikan dari klub Serie A lain seperti Torino sempat muncul sebelum sang pemain unjuk gigi di laga pramusim.

Gol yang dicetaknya ke gawang Manchester United pada laga pramusim menjadi titik balik keyakinan pelatih Ruben Amorim. Kepergian Rafael Leao membuka jalan lebar bagi Cisse untuk membuktikan kapasitasnya di tim utama AC Milan.

Meskipun AC Milan turut mendatangkan Omari Hutchinson, Cisse justru menjadi nama pertama yang mencuri perhatian publik San Siro. Konsistensi permainan di awal musim menunjukkan kesiapannya menghadapi ketatnya persaingan level tertinggi.

Penampilan impresif tersebut turut membuka peluang bagi Cisse untuk mendapatkan panggilan memperkuat Timnas Italia. Ajang UEFA Nations League memberikan kesempatan emas bagi Azzurri untuk menguji talenta muda potensial ini.

Leave a Comment