Loading...

Profil Lengkap Jerome Karle Sang Ilmuwan Peraih Nobel

Foto profil Jerome Karle, ilmuwan kimia fisik dan peraih Nobel Kimia

Foto profil Jerome Karle, ilmuwan kimia fisik dan peraih Nobel Kimia

Share:

Jerome Karle adalah seorang kimiawan fisik asal Amerika Serikat yang menerima Penghargaan Nobel dalam bidang Kimia pada tahun 1985 bersama Herbert A. Hauptman. Ia dikenal atas jasanya dalam pengembangan metode langsung untuk analisis struktur kristal menggunakan teknik hamburan sinar-X.

Jerome Karle lahir dengan nama Jerome Karfunkle di New York City pada tanggal 18 Juni 1918. Ia tumbuh dalam sebuah keluarga Yahudi yang memiliki apresiasi tinggi terhadap bidang seni dan sains. Sejak usia muda, ia menunjukkan minat yang besar terhadap dunia ilmu pengetahuan alam meskipun sempat menekuni hobi bermain piano.

Perjalanan pendidikannya ditempuh dengan kecepatan luar biasa ketika ia mulai memasuki perguruan tinggi pada usia 15 tahun. Ia kemudian merampungkan berbagai jenjang studi mulai dari City College of New York hingga meraih gelar doktor dari University of Michigan.

Kontribusi terbesar dalam karier ilmiahnya terjadi ketika ia bersama Herbert A. Hauptman mengembangkan teknik hamburan sinar-X untuk menentukan struktur kristal. Penemuan ini membawa mereka meraih Penghargaan Nobel Kimia yang sangat bergengsi pada tahun 1985.

Hingga akhir hayatnya, Karle terus mendedikasikan hidupnya untuk dunia sains dan pelayanan pemerintah melalui Naval Research Laboratory sebelum berpulang pada tanggal 6 Juni 2013.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Jerome Karle lahir sebagai putra dari pasangan Sadie Helen Kun dan Louis Karfunkle di lingkungan keluarga yang menghargai kesenian di New York City. Semasa remaja, ia aktif bermain musik dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi seni sebelum akhirnya lebih terpikat pada sains. Ia menempuh pendidikan menengah di Abraham Lincoln High School di Brooklyn.

Ia melanjutkan kuliah di City College of New York pada usia 15 tahun dan berhasil memperoleh gelar sarjana pada tahun 1937. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi pascasarjana di Harvard University dan meraih gelar master dengan mengambil jurusan biologi pada tahun 1938.

Demi mengumpulkan biaya untuk studi lanjutan, ia sempat bekerja di Departemen Kesehatan Negara Bagian New York di Albany dan mengembangkan metode pengukuran fluorida terlarut. Metode tersebut kemudian menjadi standar baku dalam proses fluoridasi air minum masyarakat luas.

Ia kemudian mendaftar di University of Michigan pada tahun 1940 dan bertemu dengan Isabella Lugoski yang kelak menjadi istri sekaligus rekan peneliti setianya. Di bawah bimbingan kimiawan fisik Lawrence Brockway, ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 1944.

Penelitian dan Kontribusi Ilmiah

Karier penelitian Karle mencakup keterlibatan penting dalam proyek-proyek ilmiah besar, termasuk partisipasinya dalam Manhattan Project di University of Chicago bersama istrinya. Setelah itu, ia bergabung dengan Naval Research Laboratory di Washington, D.C., tempat ia mengabdikan sebagian besar karier profesionalnya.

Bersama Herbert A. Hauptman, Karle mengembangkan metode langsung menggunakan teknik hamburan sinar-X untuk menentukan struktur kristal secara akurat. Penemuan ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengisolasi posisi atom dalam suatu molekul dan memahami karakteristik kimianya secara mendalam.

Metode terobosan tersebut memegang peranan krusial dalam perkembangan berbagai produk farmasi modern serta sintesis material baru di berbagai industri. Atas pencapaian luar biasa ini, keduanya dianugerahi Penghargaan Nobel dalam bidang Kimia pada tahun 1985.

Selain Nobel, ia juga menerima banyak penghargaan bergengsi lainnya, termasuk keanggotaan di National Academy of Sciences serta penghargaan tertinggi sipil dari Angkatan Laut Amerika Serikat sebelum pensiun bersama istrinya pada tahun 2009.

Leave a Comment