Loading...

Profil George de Hevesy Sang Pelopor Radiokimia

Foto George de Hevesy pada tahun 1913, seorang radiokimiawan dan peraih Nobel Kimia

Foto George de Hevesy pada tahun 1913, seorang radiokimiawan dan peraih Nobel Kimia

Share:

George de Hevesy adalah seorang radiokimiawan asal Hungaria yang dianugerahi Nobel Kimia pada tahun 1943 atas perannya dalam pengembangan perunut radioaktif untuk mempelajari proses kimia. Ia juga dikenal luas sebagai salah penemu unsur kimia hafnium serta penemu analisis pengaktifan neutron.

“The public thinks the Nobel Prize in chemistry for the highest honor that a scientist can receive, but it is not so.”

— George de Hevesy

George Charles de Hevesy lahir dengan nama György Bischitz di Budapest, Hungaria, pada 1 Agustus 1885 dari keluarga terpandang. Ia tumbuh menjadi ilmuwan terkemuka yang mendedikasikan hidupnya di bidang kimia dan fisika radiasi. Perjalanan akademisnya membawanya bekerja bersama banyak fisikawan dan kimiawan perintis di berbagai belahan dunia.

Kontribusi ilmiahnya mengubah cara para ilmuwan memahami proses biologis dan kimia melalui pemanfaatan isotop radioaktif. Selain itu, ia turut memperkaya tabel periodik unsur melalui penemuan unsur bernomor atom 72 yaitu hafnium. Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan membawanya meraih berbagai penghargaan bergengsi tingkat internasional.

Di tengah gejolak Perang Dunia II, ia menunjukkan keberanian moral dengan menyelamatkan medali Nobel milik Max von Laue dan James Franck dari sitaan Nazi. Tindakan tersebut dilakukannya dengan cara melarutkan medali-medali emas tersebut ke dalam cairan aqua regia di laboratorium Niels Bohr. Setelah perang usai, emas tersebut berhasil dipulihkan untuk dicetak ulang.

Hingga akhir hayatnya, ia tetap aktif berkontribusi dalam dunia sains sebagai peneliti dan akademisi di berbagai institusi terkemuka. George de Hevesy wafat pada 5 Juli 1966 di Freiburg, Jerman, dan warisan ilmiahnya terus hidup melalui berdirinya Laboratorium Hevesy. Namanya tetap abadi sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah kimia modern.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

George de Hevesy lahir dari pasangan Lajos Bischitz dan Baroness Eugénia Schossberger di Budapest, Hungaria. Ia berasal dari keluarga berada berdarah Hungaria-Yahudi yang memiliki pengaruh besar di komunitas setempat. Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Budapest, di mana ia menempuh pendidikan menengah di Piarist Gimnázium dan lulus pada tahun 1903.

Ia memulai studi tingginya di bidang kimia di Universitas Budapest sebelum melanjutkan ke Technische Hochschule di Charlottenburg. Tidak berhenti di situ, ia kemudian pindah ke Universitas Freiburg untuk memperdalam ilmunya. Di sana, ia bertemu dengan Ludwig Gattermann dan memulai riset doktoralnya di bawah bimbingan Georg Franz Julius Meyer, hingga meraih gelar doktor fisika pada tahun 1908.

Berbekal kemandirian finansial keluarganya, ia bebas memilih lingkungan riset terbaik di Eropa. Ia sempat bekerja bersama Fritz Haber di Karlsruhe serta Ernest Rutherfordin Manchester, di mana ia juga berkenalan dengan Niels Bohr. Pengalaman-pengalaman berharga ini membentuk fondasi kuat bagi keahliannya di bidang radiokimia.

Keluarga besarnya sempat mengubah nama keluarga menjadi Hevesy-Bischitz sebelum akhirnya ia menggunakan nama George de Hevesy secara permanen. Latar belakang pendidikan yang kuat serta kedekatannya dengan para fisikawan besar dunia menjadi batu loncatan bagi penemuan-penemuan ilmiahnya di kemudian hari.

Penemuan dan Kontribusi Ilmiah

Pada tahun 1922, de Hevesy bersama Dirk Coster berhasil menemukan unsur kimia hafnium yang melengkapi tabel periodik Mendeleev. Penemuan ini didasarkan pada model atom Niels Bohr dengan meneliti sampel mineral asal Norwegia dan Greenland menggunakan spektra sinar-X. Unsur tersebut dinamai hafnium sebagai bentuk penghormatan kepada kota Kopenhagen.

Kontribusi terbesarnya adalah pengembangan teknik perunut radioaktif untuk mempelajari proses metabolisme pada tumbuhan dan hewan. Dengan mengganti sebagian isotop stabil menggunakan isotop radioaktif dalam jumlah kecil, ia berhasil melacak jalur kimia dalam organisme hidup. Penelitian ini mengantarkannya meraih Penghargaan Nobel dalam bidang Kimia pada tahun 1943.

Selain perunut radioaktif, ia juga menemukan metode analisis pengaktifan neutron pada tahun 1936 serta mengembangkan metode analitik fluoresensi sinar-X. Sepanjang kariernya, ia menghasilkan ratusan dokumen ilmiah dan aktif mengajar di berbagai universitas bergengsi seperti Universitas Kopenhagen dan Universitas Stockholm.

Atas seluruh jasa dan penemuannya, ia menerima berbagai penghargaan tertinggi dunia sains, termasuk Medali Copley dan Atoms for Peace Award. Warisan intelektualnya terus dikenang, salah satunya melalui pendirian Laboratorium Hevesy di Risø National Laboratory sebagai penghormatan atas jasanya di bidang sains.

Leave a Comment