Gabriel Martinelli mengakhiri masa baktinya selama tujuh tahun di Arsenal dan bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Hilal. Transfer senilai 60 juta poundsterling ini menjadikannya penjualan termahal dalam sejarah klub.
“To Arsenal, thank you for believing in me and opening the doors for me when I was just a boy with a dream," ujar Gabriel Martinelli.”
— Gabriel Martinelli
Gabriel Martinelli resmi menyelesaikan kepindahannya ke klub Liga Pro Saudi, Al-Hilal, dengan nilai transfer mencapai 60 juta poundsterling. Angka tersebut sekaligus memecahkan rekor sebagai penjualan termahal dalam sejarah klub London utara tersebut.
Pemain asal Brasil ini dilepas setelah manajemen klub dan manajer Mikel Arteta memutuskan untuk merombak opsi di lini serang. Kepergian Martinelli menyusul penjualan Leandro Trossard ke Besiktas yang sebelumnya turut memperkuat sisi kiri serangan The Gunners.
Mantan striker Arsenal, Ian Wright, sempat melontarkan kritik terkait perlakuan klub terhadap sang pemain dalam beberapa pekan terakhir. "Treatment terhadap Martinelli membuat saya merasa tidak nyaman dan ia layak mendapatkan lebih banyak respek," ujar Ian Wright.
Meskipun jendela transfer Liga Inggris telah ditutup, tenggat waktu transfer di Liga Pro Saudi masih dibuka hingga hari Minggu mendatang. Martinelli kini bersiap memulai petualangan baru di Timur Tengah setelah mencatatkan hampir 300 penampilan bersama Arsenal.
Perjalanan Karier dan Prestasi Bersama The Gunners
Martinelli pertama kali tiba di Stadion Emirates pada tahun 2019 sebagai pemain muda berusia 18 tahun dari klub Brasil, Ituano. Dalam pesan perpisahannya di media sosial, ia mengenang masa-masa awal kedatangannya yang dipenuhi oleh rasa cemas dan keraguan.
Selama tujuh musim memperkuat Arsenal, ia sukses mempersembahkan berbagai trofi bergengsi termasuk gelar juara Piala FA dan Community Shield. Puncak pencapaiannya terjadi ketika ia berhasil membantu tim meraih gelar juara Liga Inggris.
Selain sukses di level klub, ia juga menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional bersama tim nasional Brasil. Ia sukses meraih medali emas Olimpiade, tampil di dua ajang Piala Dunia, serta mengoleksi total 98 kontribusi gol selama berseragam Arsenal.
Perpisahan ini menandai akhir dari sebuah era bagi pemain yang mengenakan nomor punggung dari 35 hingga 11 tersebut. Kontribusi besarnya selama bertahun-tahun akan selalu dikenang oleh para pendukung setia klub.
Read Also
Berita Terkini Serie A Seputar Inter Milan Juventus AC Milan dan Bursa Transfer
Kompetisi Serie A Italia kembali memanas menyusul penutupan bursa transfer...
Fiorentina Resmi Pecat Pelatih Fabio Grosso Usai Tiga Kekalahan Beruntun di Serie A
Fiorentina secara resmi memecat pelatih kepala Fabio Grosso menyusul...
Timnas Indonesia Berpeluang Lawan Peserta Piala Dunia di FIFA Matchday
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengungkapkan rencana Timnas Indonesia...
Tottenham Hotspur Sambut Kembalinya Dejan Kulusevski dalam Skuad Premier League
Tottenham Hotspur mendapat kabar positif dengan masuknya Dejan Kulusevski...
Strategi Klub dan Penataan Lini Serang Arsenal
Keputusan Arsenal untuk melepas Martinelli dan Trossard membuka ruang bagi pemain lain untuk mengisi sektor sayap kiri. Eberechi Eze diproyeksikan untuk lebih sering tampil di posisi tersebut pada musim kompetisi kali ini.
Manajemen klub juga menaruh kepercayaan besar kepada Noni Madueke dan Bukayo Saka untuk dapat diandalkan di area sayap. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penyegaran skuad setelah melakukan investasi besar dalam beberapa musim terakhir.
Kehilangan dua penyerang yang menyumbangkan total 19 gol pada musim lalu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi lini serang Arsenal. Namun, staf pelatih meyakini kedalaman skuad saat ini mampu menjaga daya saing di semua kompetisi.
Transfer senilai 60 juta poundsterling melampaui rekor penjualan Alex Oxlade-Chamberlain ke Liverpool senilai 35 juta poundsterling pada tahun 2017. Dana segar dari penjualan ini memperkuat neraca keuangan klub untuk perencanaan masa depan.