Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp15.000 per gram pada perdagangan hari ini, Kamis (3/9/2026). Kenaikan ini menjadi momen pemulihan atau rebound setelah sempat terkoreksi dalam beberapa hari sebelumnya.
“Kenaikan ini merupakan yang pertama dalam delapan hari setelah harga emas Antam Logam Mulia mengalami tekanan koreksi yang cukup dalam pada periode sebelumnya.”
— Emas Antam Logam Mulia
Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau yang populer dikenal sebagai emas Antam Logam Mulia mencatatkan penguatan yang menggembirakan pada perdagangan hari ini, Kamis (3/9/2026). Pergerakan positif ini langsung menarik perhatian para investor serta masyarakat luas yang memantau pasar komoditas logam mulia di Tanah Air.
Berdasarkan informasi resmi dari situs logammulia.com per pukul 08.51 WIB, harga emas satuan 1 gram di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta tercatat sebesar Rp2.639.000 per batang. Angka tersebut menunjukkan adanya lonjakan harga yang cukup signifikan dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Analis pasar keuangan menyampaikan bahwa "Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar setelah sebelumnya pasar logam mulia mengalami tren pelemahan yang cukup panjang." Pernyataan ini menegaskan pentingnya momentum rebound bagi stabilitas investasi emas di dalam negeri.
Lonjakan harga jual ini juga dibarengi dengan kenaikan pada harga pembelian kembali atau buyback yang turut memberikan nilai tambah bagi para pemilik emas batangan yang ingin melakukan pencairan aset dalam waktu dekat.
Rincian Lonjakan Harga dan Analisis Pemulihan
Kenaikan harga emas Antam sebesar Rp15.000 per gram ini mengakhiri tren negatif yang terjadi secara beruntun selama delapan hari sebelumnya. Dalam periode tekanan tersebut, harga emas Antam Logam Mulia sempat mengalami penurunan akumulatif yang cukup dalam hingga mencapai Rp144.000.
Sebagai perbandingan langsung, pada perdagangan hari sebelumnya harga emas batangan berada di level Rp2.624.000 per gram setelah sempat terkoreksi turun sebesar Rp40.000 dari posisi awal Rp2.664.000 per gram. Pemulihan hari ini membuktikan bahwa minat beli masyarakat masih cukup kuat di level harga tertentu.
Selain harga jual utama, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam turut mengalami penguatan senilai Rp15.000 per gram. Hari ini, harga buyback berada pada posisi Rp2.492.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya di level Rp2.477.000 per gram.
Dengan posisi harga jual di angka Rp2.639.000 dan harga buyback Rp2.492.000 per gram, selisih atau spread yang berlaku saat ini tercatat berada di level Rp147.000 per gram bagi para investor yang ingin melakukan transaksi jual beli.
Read Also
Bank Aladin Syariah Bawa Semua Layanan Perbankan ke Genggaman
PT Bank Aladin Syariah Tbk terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah...
Profil Susan B. Anthony Dollar Sejarah Koin Dolar AS
Koin dolar Susan B. Anthony adalah koin satu dolar Amerika Serikat yang...
40 MBR di Banjar Terima Sertifikat Tanah Legal dan Clear and Clean
Sebanyak 40 masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Banjar, Kalimantan...
Sejarah ISO 4217 Standar Internasional Kode Mata Uang
ISO 4217 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh International...
Ketentuan Pajak dan Prospek Investasi Logam Mulia
Bagi masyarakat yang berencana melakukan transaksi pembelian emas batangan Antam, penting untuk memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku sesuai dengan regulasi resmi. Pembelian dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25% bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP.
Sementara itu, bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP atau non-NPWP, besaran tarif PPh Pasal 22 yang dikenakan adalah sebesar 0,5% dari total nilai transaksi pembelian yang dilakukan di butik resmi Logam Mulia.
Untuk transaksi penjualan kembali atau buyback dengan nilai nominal di atas Rp10 juta, aturan perpajakan menetapkan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% bagi wajib pajak yang memiliki NPWP serta 3% bagi non-NPWP.
Besaran pajak tersebut secara otomatis akan dipotong langsung dari total nilai transaksi yang diterima oleh nasabah, sehingga investor diharapkan dapat memperhitungkan komponen biaya ini dalam strategi investasi jangka panjang mereka.