Pengusaha Santander Minta Presiden Baru Kolombia Perkuat Infrastruktur dan Energi
- Terpilihnya Abelardo de la Espriella sebagai Presiden Kolombia memicu harapan baru dari berbagai sektor ekonomi, khususnya di wilayah Santander.
- Perwakilan pengusaha Santander, Farid Jones, mendesak pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan kebutuhan pembangunan di tingkat daerah.
- Tiga poin krusial yang menjadi tuntutan utama adalah peningkatan konektivitas infrastruktur jalan, jaminan keamanan, dan dukungan transisi energi.
Terpilihnya Abelardo de la Espriella sebagai Presiden Kolombia yang baru telah membuka babak baru penuh harapan bagi berbagai sektor ekonomi di negara tersebut. Salah satu dorongan kuat datang dari Santander, salah satu departemen dengan aktivitas produktif tertinggi di Kolombia. Para pelaku usaha di wilayah ini mulai menyuarakan tuntutan agar pemerintah pusat meluncurkan inisiatif nyata guna mendongkrak kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Farid Jones, seorang pengusaha ritel sekaligus tokoh berpengaruh di Santander, menyatakan bahwa presiden terpilih harus memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan spesifik di wilayah-wilayah luar ibu kota. Menurutnya, kemajuan Kolombia secara keseluruhan sangat bergantung pada penguatan daerah-daerah yang selama ini menjadi mesin penggerak lapangan kerja, investasi, dan aktivitas ekonomi riil.
"Kami meminta presiden terpilih untuk melihat daerah dengan perhatian yang lebih besar dan menjadikan departemen Santander sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan negara ini," ujar Farid Jones, yang juga menjabat sebagai pimpinan Federasi Bahan Bakar Kolombia (FEBECOL), saat menganalisis tantangan yang akan dihadapi oleh pemerintahan baru.
Jones menegaskan bahwa Santander memiliki potensi produktif yang sangat besar yang disokong oleh kerja keras korporasi, buruh, dan berbagai sektor ekonomi. Oleh karena itu, dukungan regulasi dan anggaran dari pemerintah pusat dinilai sangat fundamental untuk memperluas peluang pasar serta mengonsolidasikan proyek-proyek strategis baru di masa depan.
Salah satu aspek krusial yang disorot oleh Ketua FEBECOL ini adalah buruknya infrastruktur jalan yang menghambat daya saing daerah. Ia mendesak adanya percepatan proyek pembangunan jalan dan peningkatan konektivitas guna mempermudah mobilitas barang dan jasa. Selain itu, masalah stabilitas keamanan dan komitmen terhadap transisi energi juga menjadi poin utama yang harus segera dieksekusi oleh kabinet De la Espriella.
"Kami mengharapkan tindakan nyata untuk memperkuat keamanan, mendorong infrastruktur jalan, meningkatkan konektivitas departemen kami, serta mendukung pengembangan dan transisi energi," pungkas Jones. Ia berharap kebijakan publik yang dirumuskan ke depan dapat melibatkan partisipasi aktif dari organisasi daerah yang lebih memahami kebutuhan riil di lapangan.