Ekspor Kolombia ke AS Melonjak 13,3 Persen, Tembus Rp 109 Triliun
- Nilai ekspor Kolombia ke Amerika Serikat sukses menembus angka US$ 6.907,1 juta pada periode Januari hingga Mei 2026.
- Realisasi tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
- Sektor non-migas, termasuk komoditas pertanian seperti bunga dan kopi, mendominasi porsi pengiriman dengan kontribusi mencapai 65 persen.
Kinerja perdagangan luar negeri Kolombia mencatatkan rapor hijau yang impresif pada awal tahun ini. Nilai ekspor Kolombia menuju Amerika Serikat (AS) dilaporkan sukses menembus angka US$ 6.907,1 juta atau sekitar Rp 109 triliun pada periode Januari hingga Mei 2026. Realisasi ini mencerminkan lonjakan pertumbuhan yang signifikan sebesar 13,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan data berkala yang dirilis oleh Kamar Dagang Amerika-Kolombia (AmCham Kolombia), pasar Negeri Paman Sam tersebut berhasil menyerap hingga 29,3 persen dari total keseluruhan penjualan ekspor negara. Secara akumulatif, total nilai perdagangan luar negeri yang dibukukan oleh Kolombia ke seluruh dunia berada di angka US$ 23.587,6 juta.
Presiden Eksekutif AmCham Kolombia, Maria Claudia Lacouture, menegaskan bahwa AS tetap kokoh sebagai mitra dagang utama dan pembeli terbesar untuk produk-produk Kolombia yang memiliki nilai tambah tinggi. "Sebesar 65 persen dari apa yang dijual Kolombia ke Amerika Serikat merupakan produk non-tambang dan energi," ujar Maria Claudia dalam keterangan resminya saat menyoroti pentingnya sektor padat karya tersebut.
Meskipun penjualan di sektor pertambangan dan energi tumbuh pesat hingga 23 persen, sektor non-migas tetap mendominasi dengan kenaikan 9 persen. Di dalam klaster non-migas ini, sektor pertanian menorehkan angka ekspor sebesar US$ 2.407,9 juta. Kendati demikian, sektor agraria secara umum sempat terkoreksi tipis 5 persen akibat fluktuasi penurunan harga kopi dan kakao di pasar internasional serta kendala cuaca ekstrem yang mengganggu panen domestik.
Di sisi lain, subsektor perikanan justru tampil sebagai primadona baru setelah berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan ke AS hingga mencapai 23 persen. AmCham Kolombia menilai capaian positif ini membuktikan solidnya hubungan bilateral kedua negara, sekaligus menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal untuk terus menggenjot daya saing komoditas bernilai tambah tinggi di pasar global.