Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Prancis
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Selat Hormuz
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Yogyakarta Surabaya Selat Hormuz

Biaya Melonjak, Startup AS Mulai Berpaling ke Model AI China yang Lebih Murah

Tim Redaksi • 16 Juli 2026, 15:35 • Bisnis
  • Biaya operasional untuk mengadopsi kecerdasan buatan (AI) buatan korporasi Amerika Serikat kian membengkak dan membebani keuangan perusahaan rintisan.
  • Sejumlah startup di Silicon Valley memutuskan migrasi total ke model AI asal China seperti DeepSeek dan Qwen karena harganya sepuluh kali lipat lebih murah.
  • Meskipun model AI asal Amerika Serikat dinilai masih memimpin dari segi performa, efisiensi biaya membuat model AI China menjadi pilihan rasional untuk tugas repetitif.

Pengeluaran untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) kini telah menjadi salah satu komponen biaya operasional terbesar bagi banyak perusahaan rintisan di Amerika Serikat. Demi menjaga keberlangsungan bisnis di tengah tingginya tarif platform domestik, sejumlah startup di Silicon Valley kini mulai berpaling. Mereka memilih untuk bermigrasi ke model AI buatan China yang menawarkan harga jauh lebih terjangkau namun tetap andal.

Salah satu contoh nyata dialami oleh Lindy.ai, sebuah startup yang berbasis di San Francisco yang mengembangkan asisten AI untuk pengelolaan email dan kalender. Pendiri Lindy.ai, Flo Crivello, mengungkapkan bahwa pengeluaran terbesar perusahaannya awalnya berasal dari biaya langganan model AI premium milik Anthropic. "Sejauh ini, pengeluaran nomor satu kami adalah Anthropic. Jumlahnya bahkan lebih besar daripada total anggaran gaji karyawan," ujar Crivello saat menjelaskan beban finansial yang dihadapi perusahaannya.

Kondisi tersebut mendorong Lindy.ai mengambil langkah drastis dengan memindahkan seluruh lalu lintas sistem mereka ke model AI asal China, DeepSeek-V4. Crivello menegaskan bahwa keputusan tersebut murni atas pertimbangan efisiensi bisnis yang logis demi menghemat anggaran hingga jutaan dolar AS. "Model tersebut sepuluh kali lipat lebih murah, jadi ini merupakan keputusan bisnis yang sangat sederhana bagi kami," katanya menambahkan.

Fenomena pembengkakan biaya AI ini ternyata tidak hanya melanda level startup, melainkan juga perusahaan skala besar sekelas Uber. Chief Executive Officer Uber, Dara Khosrowshahi, sempat mengakui bahwa korporasinya telah menghabiskan seluruh anggaran tahunan AI hanya dalam kurun waktu satu kuartal saja. Selain DeepSeek, model AI buatan China lainnya seperti Qwen dari Alibaba juga kian populer dan mulai diintegrasikan oleh perusahaan global seperti Perplexity dan Nvidia karena dinilai cepat serta ekonomis.

Di sisi lain, para pakar teknologi menilai kemampuan model AI buatan Negeri Tirai Bambu saat ini masih tertinggal sekitar enam hingga dua belas bulan dari model AS seperti OpenAI atau Google. Kendati demikian, bagi banyak pelaku industri, selisih performa tersebut tidak menjadi masalah besar selama fungsi komputasi dasar terpenuhi. Perbandingan ini dianalogikan seperti memilih mobil fungsional harian yang efisien dibandingkan dengan mobil sport mewah yang berbiaya perawatan tinggi demi kebutuhan operasional massal.

Tags: Silicon Valley Anthropic Deepseek Minimax Alibaba
Sumber: NPR

Artikel Lainnya

Ekspansi ke Jawa Barat, QJMOTOR Resmikan Showroom 3S Pertama di Kota Bandung 15 Jul 2026, 15:46
Ancaman El Nino, Pengusaha SPBU dan Car Wash Kolombia Bersiap Hadapi Krisis Air 15 Jul 2026, 06:11
Sodimac Mallplaza Los Dominicos Tutup, Jadi Lokasi Pertama PriceSmart di Chile 15 Jul 2026, 19:37
Dilema Daur Ulang Baterai Mobil Listrik, Berharga tapi Malah Bikin Rugi 15 Jul 2026, 11:12

Terbaru

Laba Industri Asuransi Cile Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I 2026 16 Jul 2026, 17:44
Prosedur Ketat SPBU Kolombia, Kapan Boleh Beroperasi Lagi Usai Gempa Bumi? 16 Jul 2026, 17:40
Ikut Tren Dance Challenge ATEEZ, Sandara Park Eks 2NE1 Malah Ramai Dikritik Netizen 16 Jul 2026, 17:13
Hubungan Memanas, Iran Sebut Perjanjian Damai Batal Usai Serangan Brutal AS 16 Jul 2026, 17:09
Bursa Transfer Musim Panas 2026, London City Lionesses Gaet Bintang Dunia 16 Jul 2026, 17:09
Arthur THE KINGDOM Minta Maaf Usai Skandal Hubungan dengan Sugar Mommy Terbongkar 16 Jul 2026, 17:06
Kolombia Dorong Percepatan Transisi Energi Menuju Bebas Bahan Bakar Fosil 16 Jul 2026, 15:36

Kategori

Internasional 78 artikel
Nasional 76 artikel
Ekonomi 75 artikel
Olahraga 71 artikel
Hukum 31 artikel
Entertainment 28 artikel
Bisnis 26 artikel
Budaya 18 artikel
Lingkungan 16 artikel
Teknologi 11 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Yogyakarta Surabaya Selat Hormuz
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.