Bek pinjaman Crystal Palace, Axel Disasi, mendapat sorotan tajam usai menerima kartu merah langsung dalam kekalahan 3-2 dari Ipswich Town. Mantan kepala PGMOL, Keith Hackett, menilai tekel bek asal Prancis tersebut mengandung unsur keponakan dan penggunaan tenaga berlebihan.
“"That is a reckless challenges which endangers the safety of his opponent. The player has used excessive force with disregard to his opponent. I can also determine a degree of malice. Red card is the correct decision," ujar Keith Hackett.”
— Axel Disasi
Bek Crystal Palace, Axel Disasi, dinilai layak diganjar kartu merah akibat tekel keras yang melibatkan unsur kesengajaan saat timnya takluk 3-2 dari Ipswich Town pada hari Sabtu. Kekalahan ini membuat The Eagles harus berjuang dengan 10 pemain di lapangan hingga akhir pertandingan.
Pemain berusia 28 tahun yang sedang menjalani masa peminjaman dari Chelsea ini mengalami awal musim yang buruk di Selhurst Park. Akibat insiden tersebut, Disasi kini harus menjalani hukuman larangan bertanding sebanyak tiga pertandingan domestik.
Mantan kepala PGMOL sekaligus wasit FIFA, Keith Hackett, memberikan pandangannya secara eksklusif terkait insiden tersebut. "That is a reckless challenges which endangers the safety of his opponent," ujar Keith Hackett dalam wawancaranya.
Kehilangan Disasi tentu menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Pierre Sage yang sudah menelan tiga kekalahan di Liga Premier musim ini. Mereka harus segera mencari solusi taktis jelang rangkaian laga berat berikutnya.
Kronologi Kartu Merah dan Kesalahan Fatal di Laga Kontra Ipswich
Petaka bagi Crystal Palace bermula ketika Axel Disasi gagal mengantisipasi pergerakan pemain Ipswich, sehingga berbuah gol penyeimbang lawan. Ia sempat melakukan protes dan mengangkat tangan meminta keputusan offside, namun gol tetap disahkan oleh pengawas pertandingan.
Situasi semakin memburuk sepuluh menit berselang ketika Disasi melakukan tekel terlambat dan mengangkat kaki terlalu tinggi saat berduel dengan Jack Clarke. Wasit Chris Kavanagh tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah langsung dari kantongnya.
Meskipun benturan yang terjadi tidak berskala masif, tindakan menggunakan pul sepatu secara terbuka dinilai sangat membahayakan keselamatan pemain lawan. Keputusan wasit untuk mengusir sang pemain keluar lapangan dinilai sudah sangat akurat oleh para pengamat.
Ketiadaan Disasi di lini belakang memaksa tim pelatih untuk memutar otak dalam meracik strategi menghadapi laga-laga krusial selanjutnya di kasta tertinggi Liga Inggris.
Read Also
Cavan Sullivan Remaja 16 Tahun yang Jadi Bintang Baru MLS Menuju Manchester City
Cavan Sullivan, wonderkid berusia 16 tahun yang dipastikan akan bergabung...
Imanol Alguacil Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Baru Olympiacos Setelah Tolak Incaran Liverpool dan Nottingham Forest
Imanol Alguacil resmi ditunjuk sebagai manajer baru klub Liga Yunani,...
Berita Arsenal dan Vinicius Junior Terkait Spekulasi Transfer Real Madrid
Spekulasi transfer Vinicius Junior ke Arsenal berakhir setelah sang pemain...
Target Badminton Malaysia di Asian Games 2026 Rexy Mainaky Bersikap Realistis
Direktur Pelatih Ganda Nasional Malaysia, Rexy Mainaky, menetapkan target...
Dampak Kekalahan dan Tantangan Berat Crystal Palace
Kekalahan dari tim promosi Ipswich Town mempertegas prediksi banyak pihak bahwa Crystal Palace akan menghadapi musim yang berat tahun ini. Performa lini pertahanan yang rapuh menjadi pekerjaan rumah utama bagi manajer Pierre Sage.
Jadwal berat sudah menanti di depan mata dengan menghadapi tim-tim tangguh seperti Leeds United, Nottingham Forest, dan Brighton di kompetisi Liga Premier. Absennya Disasi selama tiga pertandingan tentu mempersempit opsi rotasi pemain.
Meski demikian, semangat juang yang ditunjukkan oleh beberapa pemain seperti Jorgen Strand Larsen dan Anan Khalaili pada laga tersebut memberikan sedikit secercah harapan. Mereka dinilai mampu menunjukkan reaksi positif di tengah situasi tim yang tertekan.
Manajemen klub dan jajaran pelatih harus segera melakukan evaluasi menyeluruh agar tim tidak semakin terperosok ke zona degradasi musim ini.