Loading...

Profil Lengkap Philip Showalter Hench Sang Dokter dan Peraih Nobel

Foto resmi Philip Showalter Hench, dokter dan ilmuwan peraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran

Foto resmi Philip Showalter Hench, dokter dan ilmuwan peraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran

Share:

Philip Showalter Hench adalah seorang dokter asal Amerika Serikat yang menerima Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1950. Ia bersama rekan-rekannya berjasa besar dalam penemuan hormon kortison serta aplikasinya untuk mengobati penyakit artritis reumatoid.

“Perhaps the ratio of one physician to two chemists is symbolic, since medicine is so firmly linked to chemistry by a double bond.”

— Philip Showalter Hench

Philip Showalter Hench lahir di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada tanggal 28 Februari 1896. Ia dikenal luas sebagai seorang dokter terkemuka yang mendedikasikan sebagian besar karier profesionalnya di Mayo Clinic. Kontribusi terbesarnya di bidang medis membawanya meraih penghargaan tertinggi di tingkat internasional.

Perjalanan kariernya diwarnai dengan dedikasi tinggi terhadap penelitian penyakit rematik serta sejarah penemuan demam kuning. Bersama para ilmuwan lain, ia berhasil membuka babak baru dalam dunia pengobatan modern melalui riset hormon korteks adrenal. Penemuan tersebut memberikan dampak revolusioner bagi dunia kedokteran klinis.

Puncak pencapaian akademis dan profesionalnya terjadi pada tahun 1950 ketika ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran. Penghargaan bergengsi ini diberikan atas kerja keras dan penemuannya terkait struktur serta efek biologis hormon korteks adrenal. Pengakuan ini sekaligus mengangkat namanya sebagai salah satu tokoh medis paling berpengaruh di abad ke-20.

Hingga akhir hayatnya, Hench tetap aktif memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu reumatologi dan pendidikan kedokteran. Warisan ilmiah yang ditinggalkannya terus menjadi acuan penting bagi para peneliti medis di seluruh dunia hingga saat ini. Ia wafat pada tanggal 30 Maret 1965 di Ocho Rios, Jamaika.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Philip Showalter Hench tumbuh dan menghabiskan masa mudanya di negara bagian Pennsylvania. Ia berasal dari lingkungan keluarga yang mendukung penempuhannya dalam bidang pendidikan formal maupun pengembangan diri. Minatnya yang besar terhadap ilmu pengetahuan sudah terlihat sejak ia menjalani masa studi tingkat lanjut.

Ia menempuh pendidikan sarjana di Lafayette College yang berlokasi di Easton, Pennsylvania, dan berhasil memperoleh gelar Bachelor of Arts pada tahun 1916. Setelah itu, ia melanjutkan pelatihan medis melalui Korps Medis Angkatan Darat Amerika Serikat serta korps cadangan. Langkah ini menjadi fondasi kuat bagi ketrampilan klinis yang ia miliki.

Pendidikan kedokterannya berlanjut hingga ia dianugerahi gelar doktor kedokteran dari University of Pittsburgh pada tahun 1920. Segera setelah menyelesaikan gelar tersebut, ia menjalani masa magang selama satu tahun di St. Francis Hospital di Pittsburgh. Pengalaman klinis awal ini memperkaya wawasan praktisnya dalam menangani pasien.

Sebagai bagian dari komitmennya untuk terus belajar, ia kemudian bergabung sebagai Fellow di Mayo Foundation. Tidak hanya berhenti di situ, ia juga memperluas pengetahuan medisnya dengan belajar di Freiburg University serta von Müller Clinic di Munich pada tahun 1928 hingga 1929.

Karier Medis dan Kontribusi Kesehatan

Karier profesional Hench di Mayo Clinic dimulai pada tahun 1923 ketika ia mulai bekerja di Departemen Penyakit Rematik. Berkat dedikasi dan keahliannya, ia dipercaya untuk memimpin departemen tersebut mulai tahun 1926. Di tempat inilah ia memfokuskan perhatian risetnya pada berbagai penyakit radang sendi.

Melalui pengamatan klinis yang mendalam, ia mencetuskan hipotesis bahwa hormon steroid tertentu mampu meredakan rasa sakit akibat artritis. Bersama seorang ahli biokimia bernama Edward Calvin Kendall, ia menguji penggunaan zat yang awalnya disebut Senyawa E pada pasien penderita artritis reumatoid. Pengujian tersebut akhirnya berhasil dibuktikan secara sukses pada tahun 1948 dan 1949 setelah sempat tertunda oleh Perang Dunia II.

Atas keberhasilan riset tersebut, Hench bersama Kendall dan kimiawan Tadeus Reichstein dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1950. Selain penghargaan bergengsi tersebut, ia juga menerima berbagai penghormatan lain seperti Heberden Medal, Lasker Award, Passano Foundation Award, serta sejumlah gelar doktor kehormatan dari berbagai universitas ternama.

Selain kontribusinya pada kortison, Hench juga memiliki minat mendalam terhadap sejarah penemuan demam kuning sejak tahun 1937. Berbagai dokumen sejarah yang ia kumpulkan kini diabadikan di University of Virginia dalam koleksi khusus bernama Philip S. Hench Walter Reed Yellow Fever Collection. Kontribusi ganda dalam riset medis dan dokumentasi sejarah ini memperkokoh warisan abadi sang tokoh di kancah global.

Leave a Comment