Bursa Transfer Seret, Manchester United Terancam Tertinggal dari Elite WSL
- Manchester United Women dinilai bergerak lambat pada bursa transfer musim panas ini dibandingkan para pesaing utama mereka di Women's Super League (WSL).
- Klub-klub rival seperti Manchester City, Arsenal, dan Chelsea terus memperkuat skuad secara agresif untuk mengamankan dominasi.
- Selain tertinggal dari tim elite, Setan Merah juga terancam disalip oleh klub-klub papan tengah yang mulai berbenah berkat investasi besar.
Bursa transfer musim panas di kompetisi sepak bola wanita, khususnya Women's Super League (WSL) Inggris, sedang berlangsung dengan sangat meriah. Sejumlah nama besar seperti peraih Ballon d'Or dua kali Alexia Putellas, bintang NWSL Manaka Matsukubo, hingga kembalinya Mary Earps dan Georgia Stanway meramaikan perpindahan pemain. Namun, di tengah gemuruh transfer bernilai besar tersebut, Manchester United justru tampak adem ayem dan belum melakukan pergerakan yang signifikan.
Kegagalan Manchester United menembus kompetisi Eropa musim lalu, meskipun sempat tampil apik di perempat final Liga Champions, menjadi sinyal merah bagi klub. Karakter tim dinilai belum memiliki daya tahan yang cukup konsisten untuk terus berada di level teratas dan bersaing ketat dengan tiga penguasa liga. Sebagai tim yang baru dibentuk kembali delapan tahun lalu, Setan Merah memang memiliki kesenjangan fondasi yang cukup lebar jika dibandingkan dengan tim mapan seperti Manchester City, Arsenal, dan Chelsea.
Kurangnya kedalaman skuad menjadi masalah utama yang paling mencolok bagi anak asuh Marc Skinner, terutama saat mereka harus membagi fokus di kompetisi domestik dan Eropa pada musim lalu. Pada musim panas tahun lalu, manajemen United dinilai gagal mengatasi masalah ini dengan hanya mendatangkan tiga pemain baru, termasuk Julia Zigiotti Olme dan Jess Park. Langkah minim tersebut terbukti tidak cukup memadai untuk membuat tim berbicara banyak saat dipaksa bersaing di empat kompetisi sekaligus.
Di sisi lain, para rival utama United justru bergerak sangat agresif guna memperkuat armada tempur mereka untuk musim depan. Manchester City sukses mengamankan servis penyerang top Beth Mead dan Niamh Charles, sekaligus berhasil memagari penyerang tajam Khadija Shaw dari kejaran Chelsea. Langkah lebih impresif ditunjukkan Arsenal yang sukses meresmikan lima pemain baru dalam kurun waktu dua pekan saja, termasuk Georgia Stanway dan Ona Batlle, demi ambisi mengakhiri puasa gelar WSL selama tujuh tahun.
Kondisi United semakin mengkhawatirkan karena mereka kini juga harus waspada terhadap ancaman dari klub-klub papan tengah yang mulai berbenah secara revolusioner. London City Lionesses yang disuntik dana segar oleh miliarder Michele Kang menjadi ancaman paling nyata setelah sukses mendaratkan Alexia Putellas dan Mapi Leon ke Inggris. Selain itu, Tottenham Hotspur dan Brighton juga terpantau sangat aktif berburu pemain berkualitas demi merusak dominasi papan atas WSL pada musim depan.
Hingga saat ini, Manchester United tercatat baru meresmikan satu rekrutan baru, yaitu bek muda berbakat Andrea Medina yang didatangkan untuk menambah pilihan di lini belakang. Manajer tim, Marc Skinner, sebelumnya sempat mengakui bahwa timnya kesulitan untuk bersaing dengan nilai transfer fantastis yang dikeluarkan klub lain. "Kenyataannya adalah kami harus mencoba dan menemukan cara kami sendiri untuk melakukannya," ungkap Skinner terkait strategi transfer timnya.