Loading...

Profil Norman Haworth Sang Ahli Kimia Organik

2026-09-09 SCIENCE BIOGRAFI, ILMUWAN, KIMIA
Potret Sir Walter Norman Haworth, kimiawan Britania Raya dan penerima Penghargaan Nobel

Potret Sir Walter Norman Haworth, kimiawan Britania Raya dan penerima Penghargaan Nobel

Share:

Sir Walter Norman Haworth adalah seorang kimiawan Britania Raya terkemuka yang dikenal atas karya rintisannya mengenai asam askorbat atau vitamin C. Ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1937 berkat investigasinya yang mendalam pada karbohidrat.

Sir Walter Norman Haworth lahir di White Coppice, Lancashire, Inggris, pada 19 Maret 1883. Ia adalah seorang kimiawan Britania Raya terkemuka yang diakui dunia atas kontribusinya yang luar biasa dalam bidang kimia organik. Namanya abadi dalam sejarah sains berkat penelitian perintis mengenai karbohidrat dan asam askorbat atau vitamin C.

Perjalanan hidup Haworth diwarnai dengan ketekunan luar biasa dalam mengejar dunia ilmu pengetahuan. Sempat bekerja di pabrik linoleum milik keluarganya sejak usia muda, ia berhasil memperjuangkan pendidikannya hingga masuk ke universitas. Perjuangan tersebut membawanya menjadi salah satu ilmuwan paling berpengaruh pada paruh pertama abad ke-20.

Puncak pengakuan internasional atas kerja kerasnya terjadi pada tahun 1937 ketika ia menerima Penghargaan Nobel dalam Kimia. Penghargaan bergengsi tersebut ia raih bersama kimiawan Swiss Paul Karrer atas jasa besar mereka dalam penelitian vitamin. Selain itu, ia juga aktif berkontribusi dalam proyek-proyek penting negara selama masa perang dunia.

Hingga akhir hayatnya, Haworth terus mengabdikan diri pada dunia akademik dan penelitian ilmiah. Warisan ilmiahnya, termasuk proyeksi struktur kimia yang dinamai dari namanya, masih digunakan secara luas oleh para ilmuwan hingga hari ini. Ia dikenang sebagai sosok ilmuwan visioner yang mengubah cara dunia memahami struktur molekul.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Norman Haworth menghabiskan masa mudanya di Lancashire sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur akademis di bidang sains. Meskipun sempat mendapatkan penolakan dan ketidaksetujuan dari orang tuanya untuk melanjutkan studi, ia tetap bertekad kuat. Ia berhasil lulus dalam ujian masuk Universitas Manchester pada tahun 1903 dan mendalami ilmu kimia.

Selama masa kuliahnya, ia menunjukkan kecerdasan yang menonjol dan berhasil meraih gelar sarjana dengan predikat kehormatan kelas satu. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana di bawah bimbingan William Henry Perkin Jr. sebelum memperoleh beasiswa penelitian bergengsi. Berbekal beasiswa tersebut, ia berangkat ke Jerman dan meraih gelar doktor dari Universitas Göttingen hanya dalam waktu satu tahun.

Karier akademiknya terus menanjak dengan diangkatnya ia sebagai demonstran senior di Imperial College of Science and Technology. Tidak lama setelah itu, ia bergabung dengan Universitas St Andrews di Skotlandia dan mulai fokus mendalami bidang kimia karbohidrat. Di sana, ia mengembangkan metode baru pembuatan metil eter gula yang kemudian dikenal sebagai metilasi Haworth.

Selama Perang Dunia I, ia mengorganisasi laboratorium di Universitas St Andrews untuk memproduksi bahan kimia dan obat-obatan bagi pemerintah Inggris. Pengalaman ini mengasah kepemimpinannya dalam mengelola riset kimia skala besar. Fondasi akademik yang kuat ini menjadi batu loncatan bagi penemuan-penemuan besar berikutnya dalam kariernya.

Karier Akademik dan Kontribusi Ilmiah

Haworth diangkat menjadi Profesor Kimia Organik di Universitas Durham sebelum akhirnya menjabat sebagai Profesor Kimia Mason di Universitas Birmingham. Di universitas inilah ia berhasil mengonfirmasi struktur berbagai gula optis aktif secara presisi. Karyanya yang berjudul 'The Constitution of Sugars' diterbitkan sebagai teks klasik yang menjadi rujukan penting di bidangnya.

Pada tahun 1933, bersama tim penelitinya, Haworth berhasil mendeduksi struktur kimia yang tepat dan melakukan sintesis vitamin C. Keberhasilan ini didukung oleh sampel referensi yang diterimanya dari ilmuwan Hungaria Albert Szent-Györgyi. Atas jasanya yang besar dalam memetakan karbohidrat dan vitamin C, ia dianugerahi Nobel Kimia pada tahun 1937.

Selain penemuan kimianya, ia dikenang karena menciptakan metode representasi dua dimensi untuk menggambarkan struktur tiga dimensi gula. Metode grafis yang disebut sebagai proyeksi Haworth ini hingga kini tetap menjadi standar baku dalam literatur biokimia modern. Kontribusinya mempermudah para ilmuwan dalam memvisualisasikan kerangka molekul kompleks.

Atas seluruh jasa dan pengabdiannya bagi dunia ilmu pengetahuan, ia dianugerahi gelar kesatria oleh pemerintah Inggris pada tahun 1947. Ia juga terpilih sebagai Fellow of the Royal Society serta aktif dalam komite penasihat ilmiah penting selama Perang Dunia II. Haworth wafat secara mendadak pada hari ulang tahunnya yang ke-67 dan meninggalkan warisan ilmiah yang abadi.

Leave a Comment