Neil El Aynaoui melanjutkan perjalanan karier sepak bolanya dengan bergabung bersama klub Bundesliga RB Leipzig. Gelandang berbakat ini memiliki latar belakang unik sebagai putra dari legenda tenis dunia Younès El Aynaoui.
“"Di Piala Dunia, Neil sekali lagi menunjukkan bahwa ia dapat menampilkan kualitasnya di level tertinggi," ujar Marcel Schäfer, Direktur Olahraga RB Leipzig.”
— Neil El Aynaoui
Neil El Aynaoui tumbuh besar dengan dua cabang olahraga yang bersaing untuk mendapatkan perhatiannya sejak usia dini. Tenis adalah bisnis keluarga karena ayahnya, Younès El Aynaoui, merupakan petenis sukses yang pernah menduduki peringkat 14 dunia pada tahun 2003.
Namun, sepak bola perlahan-lahan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan oleh sang anak setelah menghabiskan masa kecilnya di Gavà, dekat Barcelona. Ia mulai bergabung dengan klub lokal CF Gavà dan menjadikan bintang Barcelona saat itu, Andrés Iniesta, sebagai panutan utamanya.
Jalur karier sepak bola El Aynaoui menuju level tertinggi sama sekali bukan jalan pintas yang instan dan mudah. Ia harus merintisnya dari akademi AS Nancy sejak usia delapan tahun hingga akhirnya berhasil menembus tim profesional pada tahun 2021.
Setelah sempat membela RC Lens dan AS Roma, kini gelandang berusia 25 tahun tersebut resmi melanjutkan petualangan kariernya di kompetisi Bundesliga bersama RB Leipzig dengan status pinjaman.
Latar Belakang dan Perkembangan Karier Profesional
Ketika AS Nancy terdegradasi ke divisi ketiga Liga Prancis, El Aynaoui memilih bertahan dan tampil dalam 33 pertandingan sepanjang musim 2022-2023. Performa konsisten tersebut membuka jalan kepindahannya ke RC Lens pada tahun 2023.
Kepindahannya ke Lens mengubah drastis trajektori kariernya dari sekadar gelandang berkembang menjadi pencetak gol andal di Ligue 1 dan Liga Champions. Kontribusinya semakin terlihat nyata ketika ia mencetak delapan gol liga pada musim 2024-2025.
Tidak hanya bersinar di level klub, keputusan besarnya untuk membela Timnas Maroko pada September 2025 membuahkan hasil manis. Ia sukses membawa tim berjuluk Atlas Lions tersebut menjuarai Piala Afrika 2025 di kandang sendiri.
Puncak performanya terlihat di Piala Dunia 2026 ketika ia menjadi pemain inti dalam seluruh enam pertandingan yang membawa Maroko melaju hingga babak perempat final.
Read Also
Sassuolo Kalahkan Juventus 3-2 Lewat Gol Menit Akhir Vasilije Adzic
Juventus menelan kekalahan pertama musim ini setelah takluk 3-2 dari...
Daniel Maldini Dilaporkan Positif Narkoba Usai Kecelakaan Mobil di Milan
Striker Cagliari Daniel Maldini dikabarkan gagal dalam tes breathalyser dan...
Unai Emery Tegaskan Komitmen Lanjutkan Proyek Rekonstruksi Skuad Aston Villa
Unai Emery menegaskan komitmen penuhnya untuk memimpin proyek rekonstruksi...
Bursa Transfer Serie A Ditutup Drama Kegagalan Kepindahan Jamie Leweling ke AS Roma
Bursa transfer musim panas Serie A resmi ditutup dengan menyisakan sejumlah...
Tanggapan Manajemen dan Harapan Bersama Leipzig
Direktur Olahraga RB Leipzig, Marcel Schäfer, menyambut baik kedatangan sang pemain yang dinilai sangat cocok dengan gaya permainan tim. "Kami mendatangkan pemain yang sangat energik, agresif, dan menawarkan intensitas tinggi di lini tengah," ungkap Schäfer.
Pihak klub Jerman tersebut juga meyakini bahwa pengalaman internasional El Aynaoui di Piala Dunia akan memberikan dampak instan bagi kualitas permainan skuad Leipzig musim ini. Fleksibilitas permainannya di lapangan menjadi aset berharga bagi tim.
Sementara itu, sang pemain sendiri merasa antusias menyambut tantangan baru di kompetisi Bundesliga yang menuntut adaptasi bahasa dan gaya bermain yang berbeda. Ia bertekad memberikan kontribusi maksimal bagi klub barunya.
"RB Leipzig memiliki reputasi yang sangat baik, dan gaya permainan mereka sangat cocok dengan kekuatan saya," ujar El Aynaoui mengenai keputusannya bergabung dengan klub.