Loading...

Profil Lengkap Myron Scholes Sang Ekonom dan Peraih Nobel

2026-09-08 SCIENCE BIOGRAFI, EKONOMI, NOBEL
Foto Myron Scholes, ekonom keuangan peraih Nobel Memorial Prize in Economic Sciences

Foto Myron Scholes, ekonom keuangan peraih Nobel Memorial Prize in Economic Sciences

Share:

Myron Samuel Scholes adalah seorang ekonom keuangan Kanada-Amerika yang dikenal luas sebagai ko-originator model penetapan harga opsi Black-Scholes. Atas kontribusinya yang merevolusi pasar keuangan global, ia dianugerahi Nobel Memorial Prize in Economic Sciences pada tahun 1997.

Myron Samuel Scholes lahir di Timmins, Ontario, Kanada, pada 1 Juli 1941. Ia merupakan seorang ekonom keuangan terkemuka yang kariernya membentang di berbagai institusi akademik dan finansial bergengsi dunia. Namanya melekat erat pada inovasi matematika di bidang keuangan yang mengubah cara dunia menilai risiko ekonomi.

Perjalanan hidup Scholes diwarnai oleh ketertarikan mendalam terhadap dunia ekonomi sejak usia muda melalui keterlibatannya dalam bisnis keluarga. Pengalaman awal tersebut membentuk landasan kuat bagi studinya di bidang ekonomi di tingkat universitas.

Puncak pengakuan global atas karyanya terjadi pada tahun 1997 ketika ia menerima penghargaan Nobel di bidang Ilmu Ekonomi bersama Robert C. Merton. Penghargaan ini diberikan atas metode baru mereka dalam menentukan nilai derivatif yang menjadi fondasi pertumbuhan pasar keuangan modern.

Hingga saat ini, Scholes tetap aktif berkontribusi di dunia keuangan internasional, membagikan keahliannya melalui peran strategis di berbagai perusahaan investasi terkemuka serta warisan pemikirannya yang terus dipelajari.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Myron Scholes lahir dari keluarga Yahudi di Ontario, tempat di mana keluarganya menetap selama masa Depresi Besar sebelum kemudian pindah ke Hamilton. Meskipun sempat menghadapi tantangan penglihatan pada masa remaja hingga akhirnya dioperasi, ia dikenal sebagai seorang pelajar yang tekun dan berprestasi.

Ia menempuh pendidikan sarjana di McMaster University dan meraih gelar Bachelor of Arts di bidang ekonomi pada tahun 1962. Selama masa kuliahnya, ia diperkenalkan pada karya-karya ekonom besar dari Universitas Chicago yang kemudian menginspirasinya untuk melanjutkan studi pascasarjana di institusi yang sama.

Di Universitas Chicago, Scholes memiliki kesempatan emas untuk belajar langsung dari para tokoh perintis ekonomi keuangan seperti Eugene Fama dan Merton Miller. Ia berhasil menyelesaikan gelar MBA pada tahun 1964 dan meraih gelar Ph.D. pada tahun 1969 dengan disertasi di bawah bimbingan para mentor terkemuka tersebut.

Fondasi akademis yang dibangun selama masa studinya membentuk cara pandang analitis yang mendalam terhadap mekanisme pasar, penetapan harga aset, serta perencanaan pajak korporat yang kemudian menjadi pilar utama dalam kontribusi ilmiahnya.

Penemuan dan Kontribusi Ilmiah

Karier akademik Scholes dimulai di MIT Sloan School of Management, tempat ia bertemu dengan Fischer Black dan Robert C. Merton. Bersama mereka, Scholes melakukan penelitian perintis yang menghasilkan model penetapan harga opsi Black-Scholes yang revolusioner bagi industri keuangan dunia.

Model matematika ini memberikan cara yang sistematis untuk menilai opsi melalui penghapusan risiko lewat lindung nilai dinamis, sehingga memungkinkan pasar keuangan mengukur risiko secara ilmiah. Kontribusi ini secara langsung mendorong pertumbuhan pesat pasar derivatif global dan manajemen risiko.

Selain model opsi, Scholes juga dikenal sebagai pionir dalam strategi pajak modern melalui pengembangan Kerangka Kerja Scholes-Wolfson bersama Mark A. Wolfson. Kerangka kerja ini mengubah pendekatan riset pajak dari sekadar penghindaran pajak menjadi perencanaan pajak global yang holistik dalam keuangan perusahaan.

Sepanjang kariernya, ia juga mengabdi sebagai pengajar di berbagai universitas ternama seperti Universitas Chicago dan Universitas Stanford. Warisan intelektual dan pemikirannya terus menjadi rujukan utama bagi para praktisi keuangan, akademisi, dan pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Leave a Comment