Napoli harus menelan pil pahit usai takluk tipis dari Arsenal dalam laga perdana fase liga UEFA Champions League di Stadio Maradona. Kapten tim, Giovanni Di Lorenzo, mengakui lini pertahanan skuadnya terlalu dalam menghadapi tekanan lawan.
“Kami tahu bahwa kami menghadapi tim hebat dengan banyak kualitas. Sekali lagi, kami bertahan sedikit terlalu dalam, tetapi tidak mudah untuk menutup semua ruang," ujar Di Lorenzo kepada Sky Sport Italia.”
— Giovanni Di Lorenzo
Napoli harus mengawali kampanye fase liga UEFA Champions League musim 2026/27 dengan hasil minor setelah takluk 0-1 dari Arsenal di Stadio Diego Armando Maradona. Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak lewat tendangan melengkung Martin Odegaard yang membentur tiang jauh.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Partenopei harus menerima kenyataan bahwa dominasi penguasaan bola dikuasai oleh skuad Meriam London. Kapten tim Giovanni Di Lorenzo secara terbuka mengakui bahwa strategi timnya membuat mereka berada dalam tekanan konstan.
"Kami tahu bahwa kami menghadapi tim hebat dengan banyak kualitas. Sekali lagi, kami bertahan sedikit terlalu dalam, tetapi tidak mudah untuk menutup semua ruang," ujar Di Lorenzo kepada Sky Sport Italia usai pertandingan.
Meski menelan kekecewaan mendalam akibat hasil akhir tersebut, sang kapten menegaskan bahwa peluang timnya belum tertutup karena masih ada tujuh pertandingan tersisa di fase grup.
Krisis Cedera dan Tantangan Skuad yang Menipis
Situasi Napoli semakin diperparah dengan badai cedera yang mendera sejumlah pemain kunci di dalam skuad utama. Penjaga gawang Alex Meret dan Alisson Santos terpaksa ditarik keluar akibat mengalami cedera otot di tengah pertandingan.
Kondisi tersebut membuat pilihan taktis pelatih semakin terbatas di tengah daftar panjang pemain yang sudah lebih dulu absen. Nama-nama seperti Scott McTominay, Andre Frank Zambo Anguissa, Alessandro Buongiorno, Luca Marianucci, dan Giovane harus menepi karena cedera.
Selain itu, Kevin De Bruyne dan Billy Gilmour terpaksa langsung diturunkan sebagai starter untuk pertama kalinya musim ini tanpa persiapan ideal dan harus bermain penuh selama 94 menit.
David Neres hanya tersedia di bangku cadangan, sementara Noa Lang bahkan harus dicoret dari skuad akibat alasan tindakan kedisiplinan internal tim.
Read Also
Aktivitas Transfer Chelsea di Musim Panas 2026 dan Penjualan Rekor Inggris
Chelsea menutup jendela transfer musim panas 2026 dengan perombakan skuad...
Keluarga Lewis Pemilik Tottenham Hotspur Siapkan Penawaran untuk Franchise NBA London
Keluarga Lewis pemilik Tottenham Hotspur dikabarkan tengah mempersiapkan...
Matias Fernandez-Pardo Bersinar di Laga Debut Bersama Newcastle United
Matias Fernandez-Pardo melakoni debut gemilang bersama Newcastle United...
Scott McTominay Jalani Operasi Jantung Napoli Berikan Pernyataan Resmi Terkait Kondisi Gelandang Andalan
Gelandang Napoli Scott McTominay akan menjalani prosedur operasi jantung...
Evaluasi Performa dan Tekad Bangkit di Laga Berikutnya
Kekalahan dari Arsenal memperpanjang tren negatif Napoli yang kini gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di kompetisi Eropa. Rangkaian hasil buruk ini menjadi rekor terburuk klub di kancah kontinental sejak tahun 2005 silam.
Di Lorenzo tidak menampik bahwa rentetan tiga kekalahan beruntun berdampak pada tingkat kepercayaan diri para pemain di ruang ganti. "Setelah tiga kekalahan beruntun, kepercayaan diri tentu tidak bagus, karena kami ingin tampil baik, tetapi kami harus terus bekerja," tambahnya.
Ia menekankan bahwa detail-detail kecil di level tertinggi kompetisi eropa sangat menentukan hasil akhir dan sering kali berujung hukuman fatal bagi tim. Evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan guna mengeliminasi kesalahan mendasar tersebut.
Data pertandingan menunjukkan bahwa Napoli tetap menunjukkan etos kerja kolektif yang solid meskipun harus menghadapi lawan tangguh dengan komposisi pemain yang pincang.