Sir Fraser Stoddart adalah seorang kimiawan terkemuka berkebangsaan Inggris-Amerika yang dianugerahi Hadiah Nobel Kimia pada tahun 2016 bersama Jean-Pierre Sauvage dan Ben Feringa. Ia dikenal luas atas jasanya memelopori bidang baru kimia organik melalui pengembangan struktur arsitektur molekul terjalin secara mekanis untuk menciptakan mesin molekuler.
Sir James Fraser Stoddart lahir di Edinburgh, Skotlandia, pada tanggal 24 Mai 1942 dan wafat pada 30 Desember 2024 di Melbourne, Australia. Ia merupakan seorang ilmuwan brilian yang mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan bidang kimia supramolekuler dan nanoteknologi. Kontribusinya yang revolusioner mengubah cara pandang dunia sains terhadap struktur dan dinamika molekul.
Perjalanan pendidikannya ditempa di Universitas Edinburgh, tempat di mana ia meraih gelar sarjana hingga doktor dalam bidang kimia. Setelah menyelesaikan studinya, ia aktif berkarier di berbagai universitas bergengsi dunia, termasuk Universitas Sheffield, Universitas Birmingham, UCLA, dan Universitas Northwestern, serta melatih ratusan peneliti muda.
Puncak pengakuan internasional atas karya ilmiahnya diraih pada tahun 2016 ketika ia memenangkan Hadiah Nobel Kimia untuk desain dan sintesis mesin molekuler. Selain berkarier di dunia akademis, Stoddart juga merambah dunia wirausaha dengan mendirikan berbagai inisiatif inovatif di bidang sains, perawatan kulit, hingga teknologi energi hidrogen.
Hingga akhir hayatnya, Stoddart tetap menjadi figur inspiratif yang menjembatani seni visual dan sains melalui representasi grafis molekulnya yang khas. Warisan ilmiah yang ditinggalkannya menjadi fondasi utama bagi perkembangan perangkat nanoelektronika dan sistem nanoelektromekanis modern.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Fraser Stoddart dibesarkan sebagai anak tunggal dari pasangan Tom dan Jean Stoddart di Edgelaw Farm, sebuah komunitas petani penyewa kecil di Skotlandia. Ketertarikannya yang mendalam pada teka-teki jigsaw dan mainan konstruksi pada masa kecil diyakininya menjadi akar dari minat masa depannya terhadap konstruksi molekuler. Ia mengenyam pendidikan dasar di sekolah desa setempat di Carrington dan melanjutkan sekolah menengah di Melville College, Edinburgh.
Pada tahun 1960, Stoddart memulai kuliahnya di Universitas Edinburgh dengan mempelajari kimia, fisik, dan matematika. Ia berhasil meraih gelar Bachelor of Science pada tahun 1964 dan melanjutkan studi doktoralnya di bawah bimbingan Sir Edmund Langley Hirst dan D. M. W. Anderson. Gelar Ph.D. diperolehnya pada tahun 1966 setelah merampungkan riset mendalam mengenai getah alami pada tanaman Acacia.
Karier penelitian pascadoktoralnya dimulai ketika ia bergabung dengan Queen's University di Kanada pada tahun 1967 sebagai Fellow Dewan Riset Nasional. Ia kemudian pindah ke Universitas Sheffield pada tahun 1970 sebagai peneliti ICI sebelum diangkat menjadi staf pengajar. Pengalaman ini semakin mematangkan keahliannya dalam bidang stereokimia dan kimia organik fisik.
Dedikasinya terhadap sains diganjar dengan perolehan gelar Doctor of Science dari Universitas Edinburgh pada tahun 1980 berkat riset rintisannya mengenai stereokimia melampaui batas molekul tunggal. Fondasi akademis yang kuat ini membawanya menduduki berbagai posisi strategis di universitas-universitas top dunia sepanjang karier panjangnya.
Read Also
Sejarah Botani Ilmu Pengetahuan Tumbuhan dan Perkembangannya
Botani adalah cabang ilmu alam dan biologi yang mempelajari pertumbuhan,...
Profil Partikel Elementer Konsep Dasar dan Model Standar Fisika
Partikel elementer atau partikel fundamental adalah partikel subatomik yang...
Profil Kosmologi Fisika Cabang Ilmu Pemodelan Alam Semesta
Kosmologi fisika adalah cabang ilmu fisika yang berfokus pada pemodelan...
Biografi Jacques Dubochet Ahli Biofisika dan Penerima Nobel Kimia
Jacques Dubochet adalah seorang biofisikawan pensiunan asal Swiss yang...
Kontribusi dan Dampak terhadap Sains
Kontribusi terbesar Stoddart dalam dunia sains adalah pengembangan sintesis arsitektur molekul terjalin secara mekanis seperti rotasana dan katenana menggunakan pengenalan molekuler. Ia berhasil menciptakan prosedur sintetis yang sangat efisien melalui pengikatan siklobis(paraquat-p-fenilena) dengan molekul tamu kaya elektron. Penemuan ini membuka jalan bagi penciptaan cincin Borromean molekuler dan saklar molekuler.
Hasil riset inovatif tersebut berhasil menjembatani kesenjangan antara kimia murni dan teknik nanoteknologi, memungkinkan fabrikasi sistem nanomekanis fungsional. Kelompok risetnya mendemonstrasikan bahwa topologi molekul ini dapat diaplikasikan sebagai saklar molekuler, aktuator, dan sensor nano. Visualisasi publikasinya yang khas dengan skema warna terstandar juga diadopsi luas oleh para ilmuwan lain di seluruh dunia.
Atas seluruh terobosan spektakuler tersebut, Stoddart dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi tingkat internasional, termasuk gelaran Knight Bachelor oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2006, Penghargaan Sains Dunia Albert Einstein tahun 2007, serta Hadiah Nobel Kimia pada tahun 2016. Pengakuan ini menempatkan namanya di jajaran ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah modern.
Selain mendedikasikan diri untuk dunia akademis dengan melatih ratusan mahasiswa doktoral dan peneliti pascadoktoral, Stoddart juga menunjukkan jiwa wirausaha yang tinggi. Ia mendirikan merek perawatan kulit Noble Panacea pada tahun 2019 dan ikut mendirikan perusahaan rintisan H2MOF pada tahun 2021 untuk mengatasi tantangan penyimpanan hidrogen, meninggalkan warisan abadi bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.