Loading...

Profil Lengkap Ernst Chain Sang Biokhemir Peraih Nobel

Foto Ernst Chain, biokhemir peraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 1945

Foto Ernst Chain, biokhemir peraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 1945

Share:

Sir Ernst Boris Chain adalah seorang biokhemir kelahiran Jerman yang berkewarganegaraan Inggris serta peraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 1945. Ia dikenang atas jasanya dalam mengisolasi dan mengembangkan penisilin bersama Alexander Fleming dan Howard Florey.

Sir Ernst Boris Chain lahir di Berlin pada 19 Juni 1906 dari keluarga imigran dan berkembang menjadi salah satu ilmuwan paling berpengaruh di bidang biokimia. Perjalanannya di dunia sains diwarnai oleh dedikasi tinggi terhadap penelitian medis serta perjuangan hidup di tengah gejolak perang dunia. Kontribusinya yang paling monumental adalah perannya dalam mengubah penisilin menjadi obat yang dapat menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.

Sebagai seorang ilmuwan berdarah Yahudi Jerman, Chain terpaksa meninggalkan tanah kelahirannya pada tahun 1933 setelah rezim Nazi berkuasa. Ia kemudian membangun lembaran baru di Inggris dengan bantuan para akademisi setempat dan melanjutkan riset ilmiahnya di universitas-universitas bergengsi. Di sinilah ia menemukan lingkungan yang mendukung untuk menyalurkan bakat luar biasanya di laboratorium.

Puncak pencapaian kariernya terjadi pada tahun 1945 ketika ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran bersama Alexander Fleming dan Howard Florey. Penemuan dan pengembangan metode isolasi penisilin tersebut menandai babak baru dalam sejarah kedokteran modern dalam memberantas berbagai penyakit infeksi mematikan. Penghargaan ini mengukuhkan namanya di jajaran ilmuwan terkemuka dunia abad ke-20.

Hingga akhir hayatnya pada 12 Agustus 1979, Chain terus mendedikasikan hidupnya untuk dunia ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi fermentasi. Warisan ilmiah yang ditinggalkannya tidak hanya mengenang jasanya di bidang farmasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi peneliti medis selanjutnya. Namanya kini diabadikan melalui berbagai penghargaan serta fasilitas riset terkemuka di dunia.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Ernst Boris Chain lahir sebagai putra dari pasangan Margarete Eisner dan Michael Chain, seorang kimiawan serta industrialis produk kimia. Ayahnya merupakan seorang imigran asal Rusia yang merantau ke Jerman untuk mempelajari ilmu kimia, sementara ibunya berasal dari Berlin. Latar belakang keluarga yang lekat dengan dunia sains memberikan pengaruh besar terhadap ketertarikan awal Chain pada bidang ilmu pasti.

Ia menempuh pendidikan tingginya di Universitas Friedrich Wilhelm dan berhasil meraih gelar di bidang kimia pada tahun 1930. Selama masa studinya di Berlin, ia menempa dasar-dasar keilmuannya dan mulai membangun jaringan profesional dengan para akademisi terkemuka. Pendidikan formal ini menjadi fondasi kokoh bagi kiprah risetnya di kemudian hari.

Kenaikan rezim Nazi ke puncak kekuasaan di Jerman mengubah arah hidupnya secara drastis karena latar belakang keluarganya yang merupakan penganut Yahudi. Menyadari bahaya yang mengancam keselamatan jiwanya, ia memutuskan pindah ke Inggris pada April 1933 dengan membawa modal yang sangat terbatas. Bantuan dari para ilmuwan Inggris membantunya mendapatkan tempat berlindung sekaligus ruang untuk melanjutkan karier ilmiahnya.

Setibanya di Inggris, Chain diterima sebagai mahasiswa doktoral di Fitzwilliam College, Universitas Cambridge, di bawah bimbingan Sir Frederick Gowland Hopkins. Di lingkungan akademik yang baru ini, ia mendalami penelitian mengenai fosfolipid sebelum akhirnya pindah ke Universitas Oxford pada tahun 1935 sebagai seorang pengajar patologi. Pengalaman lintas disiplin ilmu ini memperkaya keahliannya dalam riset biokimia lanjutan.

Penelitian dan Kontribusi Ilmiah

Pada tahun 1939, Ernst Chain bergabung dengan Howard Florey untuk meneliti agen antibakteri alami yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Kerja sama ini mendorong mereka untuk menelaah kembali karya Alexander Fleming mengenai penisilin yang sebelumnya sempat terabaikan selama hampir satu dekade. Melalui kerja keras di laboratorium, mereka berhasil menemukan cara untuk mengisolasi dan memekatkan zat pembunuh kuman tersebut.

Selain penemuan efektivitas terapeutik penisilin, Chain juga berperan penting dalam merumuskan struktur kimia beta-laktam dari antibiotik tersebut bersama Edward Abraham pada tahun 1942. Kontribusi teoretis dan eksperimental ini membuka jalan bagi produksi massal penisilin yang sangat dibutuhkan untuk merawat para tentara yang terluka selama Perang Dunia Kedua. Temuan ini merevolusi dunia kedokteran modern dalam mengatasi infeksi bakteri.

Atas jasa besar mereka dalam mengembangkan penisilin, Chain bersama Fleming dan Florey diganjar Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1945. Pengakuan internasional ini disusul oleh berbagai kehormatan bergengsi lainnya, termasuk penunjukan dirinya sebagai Fellow of the Royal Society pada tahun 1948 serta gelar Knight Bachelor pada tahun 1969. Ia juga aktif memimpin departemen biokimia di Imperial College London hingga masa pensiunnya.

Di luar pencapaian ilmiahnya, Chain merupakan seorang tokoh yang memegang teguh identitas kebudayaan dan keagamaannya serta aktif dalam berbagai kegiatan komunitas ilmiah global. Warisan intelektual yang ia tinggalkan melalui riset biokimia dan teknologi fermentasi terus memberikan dampak positif bagi dunia kesehatan. Namanya dikenang abadi melalui berbagai bangunan institusi dan penghargaan sains internasional.

Leave a Comment