Loading...

Mengenal E Pluribus Unum Moto Bersejarah Amerika Serikat

Tampak muka Segel Besar Amerika Serikat yang memuat tulisan E Pluribus Unum pada pita di paruh burung elang

Tampak muka Segel Besar Amerika Serikat yang memuat tulisan E Pluribus Unum pada pita di paruh burung elang

Share:

E Pluribus Unum adalah moto tradisional Amerika Serikat yang berasal dari bahasa Latin dengan arti 'dari banyak, satu'. Frasa ini melambangkan terbentuknya satu negara tunggal dari gabungan Tiga Belas Koloni asli.

“Out of many, one”

— E Pluribus Unum

E Pluribus Unum merupakan frasa berbahasa Latin yang secara tradisional diakui sebagai moto penting bagi Amerika Serikat. Frasa ini mendampingi lambang Segel Besar bersama dengan semboyan lain seperti Annuit cœptis dan Novus ordo seclorum. Penggunaannya pada segel negara disetujui melalui tindakan Kongres Konfederasi pada tahun 1782 setelah diusulkan oleh Pierre Eugene du Simitiere.

Keberadaan frasa yang terdiri dari tiga belas huruf ini memiliki makna simbolis yang merujuk langsung pada Tiga Belas Koloni asli. Koloni-koloni tersebut melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Kerajaan Britania Raya dan bertransformasi menjadi negara bagian pertama. Ide di balik frasa ini menekankan bahwa dari persatuan banyak entitas terpisah, lahirlah sebuah bangsa yang tunggal.

Meskipun statusnya sebagai moto nasional sempat tidak resmi selama bertahun-tahun, frasa ini tetap dianggap sebagai semboyan de facto Amerika Serikat sejak awal sejarahnya. Baru pada tahun 1956, Kongres AS mengesahkan undang-undang yang menetapkan 'In God We Trust' sebagai moto resmi negara. Kendati demikian, E Pluribus Unum terus melekat erat pada berbagai simbol resmi, dokumen, serta lambang kelembagaan pemerintahan.

Hingga saat ini, pengaruh frasa E Pluribus Unum meluas ke berbagai bidang mulai dari sistem keuangan, seni sastra, hingga budaya pop global. Penggunaannya yang konsisten pada mata uang koin Amerika Serikat menjadikannya salah satu semboyan paling dikenal di dunia. Warisan historis ini terus merefleksikan nilai-nilai dasar persatuan dalam keragaman yang dijunjung tinggi.

Latar Belakang dan Awal Mula

Asal-usul frasa E Pluribus Unum dapat ditelusuri dari konsep penggabungan berbagai elemen yang menghasilkan satu kesatuan utuh. Usulan penggunaan frasa ini pada segel negara diajukan pada tahun 1776 oleh Pierre Eugene du Simitiere kepada komite pengembang segel. Pada masa Revolusi Amerika, frasa serupa kerap muncul pada halaman judul majalah terbitan London bernama Gentleman's Magazine.

Jejak penggunaan kalimat ini bahkan dapat ditarik lebih jauh ke belakang melalui karya penerbit Peter Anthony Motteux pada akhir abad ke-17. Bentuk variasi frasa tersebut juga ditemukan dalam tulisan-tulisan klasik dari tokoh filosofis kuno seperti Heraklitus, Agustinus dari Hippo, hingga Cicero. Para pemikir tersebut menggunakan variasi ungkapan serupa untuk mendiskusikan ikatan sosial dan asal-usul terbentuknya masyarakat.

Momen penting dalam pelembagaan frasa ini terjadi ketika rancangan Segel Besar Amerika Serikat resmi diterima oleh Kongres pada tahun 1782. Charles Thomson kemudian mendesain sisi depan segel yang menampilkan pita bertuliskan E Pluribus Unum dicengkeram oleh paruh burung elang. Gambar tersebut menjadi lambang nasional resmi yang kemudian dicetak pada paspor serta berbagai dokumen penting negara.

Fondasi nilai yang terkandung dalam frasa ini berpusat pada semangat kolaborasi, integrasi, dan solidaritas antardaerah. Komite perumus melihat moto tersebut sebagai representasi yang paling tepat untuk merangkum ikatan politik Tiga Belas Koloni yang baru merdeka. Prinsip inilah yang kemudian menjadi pedoman moral dalam membangun struktur pemerintahan federal.

Penggunaan pada Mata Uang dan Pengaruh Global

Penerapan moto E Pluribus Unum pada sistem keuangan dimulai ketika koin-koin berstandar khusus mulai dicetak di bawah otoritas negara bagian. Koin pertama yang memuat tulisan tersebut tercatat berasal dari tahun 1786 dan dicetak di Rahway, New Jersey, atas izin otoritas setempat. Seiring berjalannya waktu, pencetakan moto ini pada koin mulanya menjadi tradisi sebelum diwajibkan secara hukum melalui Undang-Undang Koin tahun 1873.

Pengaruh dan kemunculan frasa ini meluas hingga ke berbagai elemen arsitektur pemerintahan serta lembaga penegak hukum di Amerika Serikat. Moto tersebut dapat ditemukan terpatri di ruang sidang Senat, bendera Dewan Perwakilan Rakyat, hingga lambang Mahkamah Agung. Selain itu, beberapa negara bagian seperti Michigan dan Wisconsin turut mengadopsi semangat serupa dalam simbol resmi mereka.

Pencapaian penting dalam sejarah percetakan koin juga mencatat bagaimana moto ini sempat mengalami penyesuaian atau dihilangkan sementara pada beberapa denominasi logam mulia. Namun, regulasi modern memastikan bahwa E Pluribus Unum tetap tertera pada seluruh koin Amerika Serikat yang diproduksi saat ini. Kesalahan produksi langka pada tahun 2007 yang menghasilkan koin tanpa tulisan moto di bagian pinggirnya bahkan menjadi barang koleksi bernilai tinggi.

Warisan abadi dari E Pluribus Unum tidak hanya terbatas pada batas teritorial Amerika Serikat saja, melainkan menginspirasi banyak entitas global. Berbagai klub olahraga, institusi pertahanan, hingga moto nasional negara lain mengadopsi semangat filosofis yang serupa mengenai persatuan. Pengaruh budaya ini membuktikan bahwa gagasan menyatukan banyak elemen menjadi satu kekuatan tetap relevan sepanjang masa.

Leave a Comment